Waspada
Waspada » Ketua DPRD Sumut Minta Hentikan Perambahan Hutan Di Sibolangit
Headlines

Ketua DPRD Sumut Minta Hentikan Perambahan Hutan Di Sibolangit

KETUA DPRD Sumut Drs Baskami Ginting. Dia minta hentikan perambahan hutan di kawasan hutan Laugedang Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deliserdang. Waspada/Ist
KETUA DPRD Sumut Drs Baskami Ginting. Dia minta hentikan perambahan hutan di kawasan hutan Laugedang Kecamatan Sibolangit Kabupaten Deliserdang. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Ketua DPRD Sumut Drs Baskami Ginting (foto) minta Dinas Kehutanan dan Poldasu segera hentikan perambahan hutan yang masih terjadi di kawasan hutan Laugedang, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang.

Hal itu disampaikan Baskami berdasarkan laporan perwakilan masyarakat yang bertemu dirinya, Senin (28/12)  di gedung DPRD Sumut.

Mereka melaporkan kondisi hutan yang sudah gundul dan memprotes perambahan dan penguasaan kawasan hutan yang masih terjadi Laugedang.

Menurut mereka, ratusan hektar kwaasan hutan di sana sudah gundul, karena dibabat oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Ini kita minta Dishut (Dinas Kehutanan) Sumut dan Poldasu harus segera bertindak tegas, untuk menyelamatkan kawasan hutan lindung tersebut,” katanya.

Menurutnya, aksi perambahan hutan itu sudah berlangsung lama dan sebagian besar sudah dijadikan areal pertanian, sehingga dikuatirkan Kota Medan akan semakin dahsyat diterjang banjir kiriman, karena hutan di hulu sungai semakin gundul.

Menurut politisi PDI Perjuangan Sumut ini, hutan Laugedang yang posisinya berada di atas gunung kawasan Bukit Barisan, persisnya berbatasan dengan Kabupaten Karo dan Deliserdang.

Kini kawasan itu sudah disulap menjadi areal pertanian, sehingga fungsi hutan sebagai penahan air tidak lagi bermanfaat.

“Maka tidak heran lagi, setiap hujan turun di kawasan Tanah Karo, Deliserdang dan Kota Medan, tiga sungai yang membelah Kota Medan meluap dan tidak mampu lagi menampung derasnya air dari hulu,” katanya.

Hal ini sangat berbahaya bagi keselamatan warga Medan, sehingga mau tidak mau, hutan di Laugedang harus diselamatkan dan dihijaukan kembali.

Libatkan Oknum Pejabat

Berdasarkan laporan masyarakat ke lembaga legislatif, tambah Baskami, ratusan hektar kawasan hutan di hutan Laugedang  Sibolangit yang habis dibabat ini diduga melibatkan oknum-oknum tak bertanggungjawab.

Ketua DPRD Sumut minta segera hentikan perambahan hutan di Sibolangit dan telusuri secara cermat siapa saja oknum pemilik lahan dimaksud, demi tegaknya supremasi hukum.

Menurut Baskami, maraknya aksi perambahan dan jual-beli lahan hutan Laugedang untuk dijadikan areal pertanian ini bermula, sejak Pemkab Karo mengusulkan pembukaan jalan sejajar Kota Berastagi-Jaranguda-Laugedang-hingga tembus Tuntungan -Medan sebagai jalur alternatif mengatasi kemacetan jalan Medan – Berastagi.

“Mendengar rencana akan dibangun jalur sejajar lewat kawasan hutan Laugedang, oknum-oknum tertentu berbondong-bondong menggarap dan membeli lahan hutan untuk dijadikan areal pertanian. Tindakan seperti ini harus dihentikan dan sebaiknya batalkan rencana pembangunan jalur sejajar tersebut,” tandas Baskami.

Anggota dewan Dapil Medan II ini juga meminta Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH dan Dinas BMBK (Bina Marga dan Bina Konstruksi) Sumut untuk membatalkan pembukaan jalur sejajar dimaksud.

Karena tindakan oknum-oknum yang tidak bertanggung-jawab merusak hutan, akan mencederai pembangunan serta melahirkan malapetaka bagi masyarakat Medan.(cpb)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2