IDI (Waspada): Kerugian banjir yang terjadi di 2/3 wilayah Kabupaten Aceh Timur, mencapai Rp 33 miliar. Angka tersebut berdasarkan hasil pendataan rumah penduduk, jalan dan jembatan serta sejumlah fasilitas lain.
“Hasil pendataan akhir ternyata rumah yang rusak mencapai 72 unit yang tersebar di sejumlah kecamatan. Begitu juga dengan jalan dan jembatan yang rusak akibat banjir,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Timur, Ashadi, MM, kepada Waspada, Kamis (27/1).
Rumah yang rusak antara berada dalam Kecamatan Birem Bayeun, 60 unit Desa Bayeun, enam unit di Desa Alue Gadeng Sa, dan satu unit di Desa Alue Nyamuk. Lalu di Kecamatan Banda Alam sebanyak dua unit, Indra Makmu dua unit, dan satu unit di Kecamatan Idi Rayeuk.
“Untuk kerusakan rumah kita taksir sekitar Rp400 juta, karena kondisi kerusakan tergolong berat, namun sebagian mengalami rusak ringan dan sedang,” sebut Ashadi.
Selain rumah, pihaknya juga mencatat kerusakan jembatan penghubung antar desa sebanyak 30 unit yang tersebar di sejumlah kecamatan. “Sebagian jembatan bukan hanya rusak, tapi putus total seperti di Birem Bayeun,” tutur Ashadi.
Dia mengaku, kerugian bencana alam kali ini telah dilaporkan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta. “Berbagai kerusakan, baik rumah, jalan dan jembatan serta fasilitas umum lainnya sudah kita sudah laporkan ke BNPB,” pumgkas Ashadi. (b11)