Kepala Dinkes: 84 Persen Warga Aceh Utara Belum Divaksin - Waspada

Kepala Dinkes: 84 Persen Warga Aceh Utara Belum Divaksin

  • Bagikan

ACEH UTARA (Waspada): Kegiatan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Aceh Utara terbilang telah berlangsung cukup lama. Namun hingga saat ini, jumlah warga Aceh Utara yang belum divaksin mencapai 84 persen dari target 487000 jiwa.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Aceh Utara, Amir Syarifuddin (foto) saat dikonfirmasi Waspada, Selasa (14/9) pagi di Kantor Bupati Aceh Utara di Landeng, Lhoksukon.

“Sesuai data yang sudah kami kantongi, jumlah warga Aceh Utara yang sudah divaksin sebanyak 16 persen dari target 487000 jiwa. Itu artinya, masih ada sisa warga yang belum divaksin sebanyak 84 persen,” sebut Amir Syarifuddin.

Menjawab Waspada, kata Amir, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolres Aceh Utara, AKBP Riza Faisal. Dalam pertemuan tersebut, kata Amir, pihaknya membahas bagaimana langkah yang harus diambil untuk mempercepat proses vaksinasi kepada masyarakat. “Kita tetap optimis pekerjaan vaksinasi ini akan mencapai target,” katanya.

Pada kesempatan itu, Amir Syarifuddin juga menyebutkan, kalau saat ini, Kabupaten Aceh Utara berada pada level dua. Itu artinya, sudah ada kelonggaran bagi masyarakat untuk beraktivitas, tentunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).

Tes P3K di Aceh Utara

Pada kesempatan itu, Waspada juga mempertanyakan tentang proses vaksinasi terhadap 4.406 peserta P3K yang sedang mengikuti ujian di tujuh titik lokasi dalam wilayah Kabupaten Aceh Utara. “Semua peserta wajib diperiksa kartu vaksin. Kalau ternyata belum divaksin maka peserta tersebut tidak diizinkan mengikuti ujian dan yang bersangkutan baru boleh mengikuti ujian susulan setelah divaksin,” katanya.

Setiap peserta P3K divaksin satu hari sebelum mengikuti ujian. Proses vaksinasi boleh mereka lakukan, sebut Amir, di 36 titik di bawah koordinator Dinkes Aceh Utara.

“36 titik itu adalah 32 Puskesmas di 27 kecamatan plus empat klinik yaitu Klinik PIM, RSUD Cut Mutia, Klinik Polres Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe. Tidak ada pungutan biaya sepeserpun,” sebutnya.

Jika ada informasi bahwa ada peserta P3K yang membayar, maka kemungkinan yang bersangkutan melaknsakan vaksin di klinik swasta dan itu di luar tanggungjawab kami. “kalaupun dilakukan vaksin di klinik swasta, apabila klinik swasta membuka link dinas kesenatan, maka tetap gratis,” sebutnya.

Stok vaksin cukup

Saat ini, Dinas Kesehatan Aceh Utara memiliki stok vaksin untuk kebutuhan vaksinasi peserta P3K lebih dari cukup. Jumlah vaksin untuk jenis Sinovac sebanyak 4800 dosis. Dan untuk seluruh peserta P3K digunakan vaksin sinovac, karena Sinovac tidak menimbulkan efeksamping.

“Sedangkan untuk jenis Moderna kita memiliki 6000 dosis lebih. Kemarin kita sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Provinsi Aceh. Mereka mengaku siap mengirimkan kekurangan vaksin jika terjadi kekurangan untuk peserta P3K di Aceh Utara,” katanya. (b07)

  • Bagikan