Waspada
Waspada » Kemenag Siapkan Regulasi Umrah Masa Pandemi
Headlines

Kemenag Siapkan Regulasi Umrah Masa Pandemi

JAKARTA (Waspada): Terkait keinginan Arab Saudi membuka kembali jalur umrah dalam waktu dekat, Kementerian Agama menyiapkan regulasinya.

Regulasi umrah di masa pandemi dibutuhkan karena akhir dari pandemi Covid-19 ini belum diketahui.

“Selain itu, negara juga harus hadir dalam rangka memberikan pelayanan, pembinaan, dan pelindungan kepada jamaah umrah,” ujar Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, M Arfi Hatim, dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (24/9).

Regulasi ini menitikberatkan pada aspek kesehatan dan keselamatan jamaah. Beberapa yang sedang dibahas antara lain terkait penerapan protokol kesehatan, serta batasan usia dan ketentuan tentang penyakit bawaan atau penyerta (kormobit). Termasuk juga aturan skema transportasi dan aspek pelayanan lainnya yang diberikan oleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

“Pembahasan regulasi ini melibatkan lintas kementerian dan lembaga terkait, terutama Kemenkes, Kemenhub, Kemenlu, dan Satgas Penanganan Covid-19. Tentu asosiasi PPIU juga akan dilibatkan,” lanjutnya.

Arfi menegaskan, pembahasan regulasi ini juga akan memerhatikan kebijakan yang diterbitkan Saudi dalam penyelenggaraan umrah di masa pandemi. Sebab, layanan umrah lebih banyak diberikan saat jamaah di Saudi.

Misalnya, apakah Saudi akan menerapkan karantina atau tidak, mekanismenya seperti apa, dan bagaimana ketentuan yang terkait dengan tes bebas covid-19. Hal ini masih dibahas bersama Kemenkes dan Satgas penanganan dan penanggulangan Covid-19.

“Kita masih kaji dan mempertimbangkan segala risikonya. Kita tidak ingin ada kluster umrah sekembalinya mereka melaksanakan umrah, dan negara harus hadir,” sambungnya.

Arfi berharap jamaah tetap bersabar menunggu kebijakan dari Arab Saudi dan pemerintah kita serta tetap selalu menjaga kesehatan. Kemenag masih menunggu perkembangan kebijakan dari Saudi.

“Jika memang Indonesia diizinkan memberangkatkan jamaah, akan kita prioritaskan bagi mereka yang tertunda keberangkatannya sejak 27 Februari 2020,”pungkasnya.(J02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2