Waspada
Waspada » Kemenag Minta PPIU Perkuat Edukasi Umrah Masa Pandemi
Headlines

Kemenag Minta PPIU Perkuat Edukasi Umrah Masa Pandemi

Plt Dirjen PHU Kemenag, Oman Faturahman

JAKARTA (Waspada): Saat ini Pemerintah Arab Saudi sedang  melakukan evaluasi dan pengaturan terhadap penyelenggaraan ibadah umrah bagi jamaah dari luar negaranya, termasuk dari Indinesia. Akibatnya, jamaah umrah gelombang ke-4 yang harusnya berangkat pada 15 November, tertunda.

Dihubungi lewat gawainya, Selasa (17/11), Plt Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama, Oman Faturahman yang sedang berada di Jeddah, Arab Saudi meminta agar Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) lebih kuat lagi mengedukasi jamaahnya untuk patuh dan disiplin pada aturan penyelenggaraan ibadah umrah yang ditetapkan Kementerian Agama dan juga Kementerian Haji Arab Saudi.

“Menteri Agama sudah menerbitkan Keputusan Menteri Agama Nomor 719 tentang penyelenggaraan umrah masa pandemi, maka itu harus selalu disosialisasikan kepada jamaah. Demikian pula pihak Arab Saudi sudah menberikan Stamdard Operasional Prosedur pelaksanaan umrah bagi jamaah dari luar negaranya, maka itu juga harus dipatuhi,”tegas Oman.

Pemerintah Arab Saudi, pada 1 November 2020, memberi izin kepada jamaah dari luar negaranya untuk menyelenggarakan umrah. Indonesia mendapat kehormatan menjadi yang pertama, selain Pakistan. Total ada 359 jemaah umrah asal Indonesia yang terbang ke Arab Saudi dalam tiga fase keberangkatan tanggal 1, 3, dan 8 November 2020 . Diantara jamaah yang berangkat di di tanggal 1 dan 3 November, ada 13 orang yang konfirm positif pasca pemeriksaan PCR di Arab Saudi.

Oman dalam keterangan pers telah meminta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) memerhatikan Standard Operasional Prosedur (SOP) yang ditetapkan Pemerintah Saudi saat jamaah melaksanakan ibadah umrah di tahap berikutnya.

Berikut beberapa SOP yang diterapkan Arab Saudi.

1. Selama 72 jam sebelum berangkat, jamaah wajib melakukan SWAB/PCR dengan hasil negatif.

2. Sampai di Arab Saudi, jamaah dikarantina di hotel selama tiga hari

3. Saat proses karantina berlangsung, jamaah dilakukan SWAB/PCR ulang oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi. Jika negatif, jamaah diizinkan beribadah umrah. Jika positif, jamaah harus melanjutkan isolasi mandiri di hotel yang sama, hingga negatif.

4. Saat akan beribadah umrah dan salat lima waktu, jamaah wajib input data dalam aplikasi etamarna dan tawakkalna.

5. Pelaksanaan ibadah umrah hanya sekali dalam satu fase keberangkatan jamaah dari Indonesia.

6. Kantor Kesehatan Pelabuhan Bandara Soekarno Hatta menerapkan protokol kesehatan bagi jamaah umrah yang datang dari Arab Saudi sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia.

Menanggapi hal itu, Kabid Umrah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) dan CEO Khazzanah Tours, Zaky Zakaria Anshary mengatakan rasa syukur dan apresiasi kepada Menteri Agama yang telah mengeluarkan Regulasi penyelenggaraan Umrah masa pandemi dalam bentuk KMA (Keputusan Menteri Agama) dan mengutus para pejabat di Dirjen PHU untuk meninjau langsung Umrah perdana ke Saudi.

Diajuga bersyukur kemenag sampai sekarang tidak melarang Umrah untuk warga Indonesia tetapi memberikan pesan pesan penting bagaimana pentingnya PPIU memberikan edukasi kepada jamaah umrah pada masa pandemi covid-19.

“Kebijakan Kemenag ini senada dengan kebijakan Amphuri yang memilih untuk tidak menghentikan pemberangkatan Umrah dimasa pandemi ini dan lebih memilih untuk beradaptasi dengan regulasi baru dari kedua negara,” kata Zaky. (J02)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2