Waspada
Waspada » Keluarga Guru SD Yang Dibunuh Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku
Headlines Sumut

Keluarga Guru SD Yang Dibunuh Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku

LISBET Butarbutar korban pembunuhan di semayamkan di rumah duka. Waspada/Ramsiana Gultom
LISBET Butarbutar korban pembunuhan di semayamkan di rumah duka. Waspada/Ramsiana Gultom

TOBA (Waspada): Keluarga besar guru SD Lisbet Butarbutar, 49, yang meninggal dunia akibat dibunuh oknum tidak bertanggungjawab, meminta Polisi segera menangkap pelaku.

TULUS Marusaha Butarbutar, abang korban. Waspada/Ramsiana Gultom
TULUS Marusaha Butarbutar, abang korban. Waspada/Ramsiana Gultom

Pernyataan ini disampaikan abang korban Tulus Marusaha Butarbutar saat ditemui di rumah duka, Desa Lumban Lobu, Kecamatan Bonatua Lunasi, Kabupaten Toba, Selasa (25/5).

Tulus meminta agar pihak kepolisian segera menangkap pelaku, agar motif pelaku melakukan tindakan pembunuhan keji terhadap korban bisa diketahui.

“Kami ingin kasus ini diungkap sejelas-jelasnya dan pelaku bisa ditangkap secepatnya. Kami bukan mau balas dendam, tapi kami ingin tau apa motif pelaku melakukan pembunuhan sesadis ini kepada ito kami. Kami juga meminta agar pelaku dihukum setimpal dengan apa yang telah dilakukannya sesuai hukum yang berlaku di negara ini,” ujar Tulus.

Lisbet Butarbutar sendiri di mata keluarga dikenal sebagai pribadi yang baik, murah senyum, tidak banyak bicara dan manusia bergaul.

Pihak keluarga mengaku selama ini Lisbet tidak pernah terlibat persoalan dengan siapapun di kampung tersebut.

“Adik saya ini sebelumnya sudah menikah, tapi hanya bertahan tidak sampai tiga bulan. Lalu mereka bercerai lima tahun lalu dan mantan suaminya sekarang tinggal di Sibolga. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan mantan suaminya,” imbuhnya.

Hasil Otopsi, Korban Alami 24 Tusukan

Berdasarkan hasil otopsi yang dilakukan pihak RSUD Djasamen Saragih, dikatakan Tulus, korban mengalami 24 kali tusukan di sekujur tubuhnya.

Luka paling dalam mengenai lever korban.

“Menurut dokter, sebelum meninggal, ada perlawanan yang dilakukan korban terhadap pelaku dengan durasi lebih dari 30 menit. Itu dibuktikan dengan bekas luka di bagian lengan korban. Tapi karena dia kena luka tusuk di bagian lever, saat itulah dia mengalami pendarahan dan semakin lemah sampai akhirnya tidak mampu bertahan,” terang Tulus.

Otopsi berlangsung lama hingga pukul 01:00 Selasa dini hari.

Korban pun disemayamkan di rumah duka tepatnya di rumah Tulus Butarbutar.

Korban Mantan Pemain Taekwondo Pemegang Sabuk Hitam

Dari keterangan Tulus diketahui, Lisbet Butarbutar semasa mudanya merupakan atlit Taekwondo pemegang sabuk hitam.

Lisbet merupakan anak 3 dari 8 bersaudara.

Bapak korban sebelumnya merupakan perwira polisi dengan pangkat terakhir Kompol.

Sayangnya, tidak lama setelah menikah, Lisbet mengalami kecalakaan.

Kondisinya cukup parah dan mengalami syaraf terjepit.

“Dia bahkan sempat mengalami kelumpuhan hampir setahun lamanya. Kondisi terakhir, dia sudah mulai bisa berjalan meski masih terlihat sedikit pincang, sementara kedua tangannya masih kaku,” imbuhnya.

Perlawanan yang dimaksud dokter tersebut, imbuh Tulus, kemungkinan karena masih ada kemampuan taekwondo yang dia keluarkan sehingga berusaha bertahan sedemikian lama.

“Bekas luka di tangan itu menujukkan jelas, beberapa kali dia berusaha menghindari tusukan benda tajam tersebut, namun akibat keterbatasan fisik, diapun akhirnya mengalami luka parah. Seandainya adik saya sehat seperti dulu, kemungkinan besar peristiwa ini tidak sampai separah ini,” paparnya.

Kecurigaan keluarga pin mengarah kepada tindakan pencurian, pasalnya, pada hari Minggu malam, korban menarik uang lewat BRIlink di Lumban Lobu sekira pukul 20:00 Wib.

Uang itu diperuntukkan untuk membayar uang ke Nantulang korban dan uang itu sudah dibayarkan.

Pelaku pun masuk dari samping rumah dengan mencongkel jendela kamar.

Kondisi jendela tanpa jerejak mempermudah pelaku masuk ke dalam rumah korban.

“Kami justru curiga ada yang melihat dia menarik uang dan membuntutinya. Bisa jadi pelaku berfikir kalau adik saya menarik uang dalam jumlah besar karena memang mereka sedang membangun rumah tidak jauh dari lokasi. Dari keterangan Tim Inafis, mereka hanya menemukan uang pecahan 2 ribu dan 5 ribu di dompet korban dengan nominal berkisar 30 ribu rupiah saja,” terangnya.

RUMAH korban sekaligus tempat kejadian perkara telah dipasang police line. Waspada/Ramsiana Gultom
RUMAH korban sekaligus tempat kejadian perkara telah dipasang police line. Waspada/Ramsiana Gultom

Kini pihak keluarga Korban hanya bisa berharap agar pelaku segera ditangkap sehingga kasus pembunuhan keji ini bisa diungkap hingga tuntas.

Direncanakan korban akan dikebumikan, Rabu (26/5).

Pantauan Waspada di rumah duka, warga silih berganti melayat dan mengucapkan turut berduka cita, sementara di TKP, Polisi telah memasang police line. (a36)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2