Kekurangan Ruang Periksa, RS Columbia Asia Bangun Tenda - Waspada

Kekurangan Ruang Periksa, RS Columbia Asia Bangun Tenda

  • Bagikan
LIMA tenda berdiri di dekat pintu emergency RS Columbia Asia Jalan Listrik Medan, Senin (26/7) malam. Tenda didirikan karena rumah sakit internasional tersebut kekurangan ruang periksa. Waspada/Surya Efendi
LIMA tenda berdiri di dekat pintu emergency RS Columbia Asia Jalan Listrik Medan, Senin (26/7) malam. Tenda didirikan karena rumah sakit internasional tersebut kekurangan ruang periksa. Waspada/Surya Efendi

 

MEDAN (Waspada): Rumah Sakit (RS) Columbia Asia Jalan Listrik Kecamatan Medan Petisah membangun tenda yang fungsinya untuk ruang periksa atau screening.

Setidaknya ada 5 tenda sudah berdiri sejak 2 hari lalu dan ini sangat membantu masyarakat yang akan mendeteksikan dirinya dari paparan virus Covid-19.

“Memang sengaja kita bangun, ada 5 tenda yang fungsinya berbeda yakni untuk pemeriksaan secara drivetrhu, untuk konsultasi kasus berobat Covid-19, untuk screening, dan untuk administrasi dan laboratorium sederhana,” ucap Direktur Prof dr Sutomo Kasiman SpPd SpJP(K) pada Senin (26/7) malam saat dikonfirmasi waspada.

Ditegaskannya dibangunnya tenda yang dominan berwarna putih itu bukan untuk perawatan pasien Covid-19 tetapi untuk screening dan lainnya.

“Karena ruangan kami yang telah kita siapkan sesuai anjuran pemerintah 30 persen sudah full. Sementara untuk menscreening yang biasa kami lakukan dibawah tapi karena ada yang menunggu dirujuk jadi kami buat di ruangan itu sehingga kita kekurangan ruangan tempat periksa jadi dibangunlah tenda,” ucapnya.

Harapannya dengan adanya tenda itu, tidak mengecewakan masyarakat yang datang untuk mendeteksikan dirinya, bahkan pihaknya tidak bisa menerima karena katanya saat ini RS Columbia Asia full kapasitas untuk infeksi Covid-19.

“Sehingga dengan inilah kita membantu menseleksi dan kita juga langsung mengkontak RS yang bisa menerima pasien Covid-19,” paparnya.

Sementara itu, Jumlah pasien Covid-19 terakhir di RS itu berjumlah 64 sesuai bed yang tersedia.

Sebelumnya, Jubir Satgas Covid-19 Kota Medan, Mardohar Tambunan menyebutkan bahwa tidak mungkin tenda itu tenda darurat Covid-19 sebab ia tidak ada menerima informasi yang demikian dari RS itu. Apalagi katanya sejak sejak pemberlakuan pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM) angka kasus Covid-19 di Kota Medan sempat turun atau melandai. (cbud)

  • Bagikan