Waspada
Waspada » Keji, Pria Turki Dorong Istri Yang Tengah Hamil Dari Tebing Demi Uang Asuransi
Headlines Internasional

Keji, Pria Turki Dorong Istri Yang Tengah Hamil Dari Tebing Demi Uang Asuransi

Hakan Aysal melakukan selfie bersama istrinya, Semra, di tebing setinggi 304 meter sebelum mendorongnya hingga tewas demi mendapatkan uang asuransi. Daily Mirror

ANKARA, Turki (Waspada): Seorang pria bernama Hakan Aysal di Turki dituding menjatuhkan istrinya, Semra, dari tebing setinggi 304 meter demi mendapatkan uang asuransi.

Hakan Aysal diyakini mendorong Semra, yang saat itu tengah hamil, ketika mereka tengah berswafoto (selfie). Tragedi itu terjadi ketika mereka berlibur di Lembah Kupu-kupu, kota Mugla, pada Juni 2018 lalu.

Semra tewas bersama janin yang baru tujuh bulan dikandungnya. Jaksa penuntut Turki menyatakan, mereka menjerat Aysal dengan dakwaan pembunuhan berencana dan meyakini finansial jadi motif kejahatan itu.

Pria 40 tahun tersebut dituduh sudah berencana membunuh istrinya demi uang asuransi sebesar 400.000 lira (Rp804 juta). Dakwaan juga mencatat, Aysal membuat seolah si istri tidak sengaja jatuh dari ketinggian 304 meter saat mengambil uangnya.

Pengadilan Tinggi Kriminal Fethiye memerintahkan agar Aysal tetap ditahan atas dakwaan pembunuhan berencana. Dalam fakta persidangan, saudara Semra, Naim Yolcu, yang merasa curiga, mengungkapkan jika dirinya dan keluarga datang ke bagian forensik untuk mengambil jenazah Semra.

“Hakan hanya menunggu di dalam mobil. Saya dan keluarga jelas sangat terpukul. Namun dia nampaknya tak menunjukkan kesedihan,” kata Yolcu, seperti dikutip dari Daily Mirror Kamis (18/2/2021).

Dia menuturkan setelah kematian Semra, mereka mendengar Aysal melakukan tiga kali peminjaman atas nama istrinya. Padahal, Yolcu berujar, perempuan 32 tahun itu menolak untuk berutang.

Selain itu, dia makin curiga padahal Hakan takut akan ketinggian. Namun mengapa repot-repot membawa istriny ke tebing. Saat dikonfrontasi, Hakan mengaku dia menyukai olahraga ekstrem seperti arung jeram maupun paralayang sejak 2014.

Dia mengeklaim karena kesukaannya akan olahraga ekstrem, dia langsung mengambil asuransi sebelum menikahi Semra. Hakan kemudian ditanya mengenai pasal di asuransi, yang isinya menyatakan jika Semra meninggal, uangnya akan diwariskan ke dia sebagai suami.

Sementara jika Hakan meninggal, maka yang menjadi ahli waris adalah keluarga. Dia berkelit tidak terlalu memerhatikannya. “Bankir yang mengatur segala dokumennya. Saya hanya membawa istri saya untuk tanda tangan. Saya tak melihat isinya,” kilahnya.

Hakan bersikeras dia tidak mendorong Semra hingga tewas. Dalam versinya, setelah selfie Semra menaruh ponselnya di tas. Dia kemudian diminta sang istri untuk mengambil ponsel.

Saat berjalan beberapa langkah, dia mendengar istrinya berteriak. “Saat saya menoleh, dia sudah tidak ada. Jadi saya tidak mendorongnya,” akunya. Penyelidikan akan kematian Semra hingga berita ini diturunkan dilaporkan masih terus berlangsung. (daily mirror/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2