Kejatisu Tahan 2 Tersangka Korupsi Bank Sumut

Kejatisu Tahan 2 Tersangka Korupsi Bank Sumut

  • Bagikan
Tersangka saat diamankan di Kantor Kejatisu, Kamis (3/6) malam. Waspada/ist
Tersangka saat diamankan di Kantor Kejatisu, Kamis (3/6) malam. Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Tim penyidik bidang tindak pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) menahan 2 tersangka kasus korupsi di Bank Sumut Kantor Cabang Pembantu Galang, Kab. Deliserdang.

Kedua tersangka yakni R selaku mantan pegawai PT Bank Sumut Kantor Cabang Pembantu Galang dan seorang wiraswasta berinisial SL, warga Dusun III Desa Pulau Tagor Kec. Serba Jadi Kab. Deliserdang, Wiraswasta.

“Sejak tahun 2013, SL dengan memanfaatkan sarana perkreditan pada PT Bank Sumut, mengajukan pinjaman kredit Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit Pemilikan Property Sumut Sejahtera (KP SS) dan Kredit Angsuran Lainnya (KAL) pada PT Bank Sumut Kantor Cabang Pembantu Galang Kab. Deliserdang,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum (KasiPenkum) Sumanggar Siagian kepada wartawan, Kamis (3/6) malam.

Dalam mengajukan kredit tersebut, tersangka SL selain menggunakan namanya sendiri, ia juga menggunakan nama orang lain yang terdiri dari keluarga, teman dan karyawan SL pada usaha ternak ayam dan rumah makan.

“Untuk memuluskan proses pengajuan dan pencairan dana dari PT Bank Sumut KCP Galang, SL menggunakan nama nama orang lain dengan iming-iming tertentu sehingga para pemohon memberikan KTP nya kepada SL,” urai Sumanggar.

Sarana Perjanjian Kredit

Kemudian, lanjut Sumanggar, berkas permohonan untuk kelengkapan administrasi menggunakan sarana perjanjian kredit ke PT Bank Sumut KCP Galang bekerjasama dengan pimpinan/wakil Pimpinan PT Bank Sumut KCP Galang yang menjadi Komite Pemutus Kredit pada PT Bank Sumut KCP Galang.

“Dmana Pimpinan dan Wakil Pimpinan mengintervensi proses Analisa Kredit sehingga satu persatu berkas permohonan disetujui oleh PT Bank Sumut KCP Galang tanpa dilakukan Analisa Kredit sesuai ketentuan pemberian kredit KUR, KPR dan KAL yang berlaku pada PT Bank Sumut,” paparnya.

Selanjutnya, kata Sumanggar, untuk proses kelengkapan administrasi pengajuan dan pencairan dana kredit dari PT Bank Sumut KCP Galang, SL mengajak atau menyuruh satu persatu calon debitur yang namanya digunakan sebagai pemohon mendatangi PT Bank Sumut KCP Galang untuk menandatangani berkas permohonan kredit.

“Selanjutnya permohonan kredit satu persatu dikabulkan dimana slip pencairan telah ditandatangani para debitur yang namanya dipinjam, namun faktanya yang menggunakan dana pencairan kredit adalah SL sendiri,”ungkapnya.

Bangun Perumahan

Sumanggar menyebutkan, SL akhirnya membangun beberapa perumahan yang berlokasi antara lain di Kab. Serdangbedagai dan Kab. Deliserdang.

Namun sejak tahun 2014 kredit yang diajukan SL tersebut mulai bermasalah dan untuk menutupi cicilan kredit serta untuk kembali memperoleh dana kredit dari PT Bank Sumut KCP Galang, SL bekerjasama dengan Pimpinan PT Bank Sumut KCP Galang LG dan Wakil Pimpinan R, kembali mengajukan kredit dengan tetap menggunakan (meminjam) nama nama orang lain.

“Sehingga sejak tahun 2013 sampai dengan tahun 2015 SL dan kawan-kawan memperoleh sekitar 127 perjanjian kredit dengan total sekitar Rp35.775.000.000, yang saat ini dalam kondisi macet total sekitar Rp31.692.690.986,65,” rincinya.

Sumanggar menambahkan, pencairan dana PT Bank Sumut KCP Galang dengan memanfaatkan sarana perjanjian kredit KUR, KPP Sumut Sejahtera dan KAL yang tidak sesuai ketentuan pemberian kredit yang ditetapkan PT Bank Sumut dimaksud dapat dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum yang dapat merugikan keuangan negara.

“Dua tersangka SL dan R melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” imbuhnya.

Kedua tersangka, telah dilakukan penahanan selama 20 hari terhitung 3-22 Juni 2021 dan dititipkan di Rumah Tahanan Polisi (RTP) Polda Sumut. (m32)

 

  • Bagikan