Waspada
Waspada » Kegagalan Suryani Paskah Naiborhu Ikut Pilkada Medan Timbulkan Pertanyaan
Headlines Medan

Kegagalan Suryani Paskah Naiborhu Ikut Pilkada Medan Timbulkan Pertanyaan

MEDAN (Waspada): Pengamat politik Irvan Simatupang, SH mempertanyakan alasan kegagalan Bakal Calon (Balon) Wakil Wali Kota Medan Suryani Paskah Naiborhu dalam mengikuti pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kota Medan 2020.

Irvan Simatupang (foto) mempertanyakan apakah kegagalan ini berkaitan dengan isu kurang harmonisnya hubungan antara Megawati Soekarnoputri dengan Luhut Binsar Pandjaitan.

Kepada wartawan di Medan, Jumat  (28/8/2020),  Irvan mengatakan bahwa isu kurang harmonisnya Megawati Soekarnoputri yang merupakan Ketua Umum PDIP dengan Luhut Binsar Pandjaitan yang saat ini menjabat sebagai Menko Maritim dan Investasi diungkapkan pengamat politik Profesor Salim Said dan pengamat ekonomi Rizal Ramli, dalam diskusi webinar dengan tema Negara Ini Dikuasai Kumpulan Oligarki, yang ditampilkan dalam Channel YouTube Hersubeno Point yang tayang perdana pada 20 Agustus 2020.

Dalam webinar tersebut, Salim Said mengungkapkan bahwa isu kurang harmonisnya Megawati Soekarnoputri terhadap Luhut Binsar Pandjaitan telah berlangsung lama.

Bahkan pengamat ekonomi Rizal Ramli menyebutkan bahwa isu kurang harmonis tersebut telah berlangsung sejak masa pemerintahan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

“Yang menjadi pertanyaan apakah Suryani Paskah Naiborhu tidak mendapat rekomendasi, mungkin ada kaitannya dengan isu hubungan yang kurang harmonis Ibu Megawati Soekarnoputri dengan Luhut Binsar Pandjaitan? Mengingat Suryani Paskah Naiborhu merupakan pariban kandung atau saudara sepupu dari Luhut Binsar Pandjaitan,” ujar Irvan Simatupang.

Elektabilitas Suryani Tertinggi

Irvan mengatakan, survei yang dilakukan Partai Gerindra bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan dan Pengkajian FISIP USU menunjukkan jika tingkat elektabilitas Suryani Paskah Naiborhu sebagai Balon Wakil Wali Kota Medan berada pada posisi yang tertinggi yakni sebesar 24% atau jauh di atas Balon Wakil Wali Kota Medan lainnya. Tentu, ujarnya, akan menjadi sangat mengherankan kenapa Suryani Paskah Naiborhu tidak terpilih.

“Apakah isu kurang harmonis ini terbawa dalam membuat keputusan politik, sehingga Suryani Paskah Naiborhu tidak terpilih?”  ujarnya.

Irvan juga mengungkapkan kedekatan hubungan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Luhut Binsar Pandjaitan.

“Keduanya memiliki hubungan yang baik dan akrab. Tentu kita berharap dengan adanya kedekatan ini maka Partai Gerindra dapat mengusung pasangan sendiri, di mana Calon Wali Kota Medan adalah Ihwan Ritonga dan Suryani Paskah Naiborhu menjadi Calon Wakil Wali Kota Medan atau sebaliknya. Hal ini mengingat Partai Gerindra memiliki cukup kursi, yakni 10 kursi di DPRD Medan sehingga bisa mengusung pasangan calon sendiri dan merupakan pasangan pelangi yang diidamkan masyarakat Kota Medan. Dan jika ini terjadi artinya Pilkada Kota Medan diikuti tiga pasangan calon,” ujarnya. (m06/A)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2