Waspada
Waspada » Kecelakaan Di Aceh Timur, Tiga Kritis
Aceh Headlines

Kecelakaan Di Aceh Timur, Tiga Kritis

SEPEDA motor BL 5817 DAT, mengalami ringsek berat dan pengendara kritis setelah kontra mobil di Jalinsum Banda Aceh-Medan, persisnya di Desa Beusa Baroh, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur, Minggu (19/7). Waspada/M Ishak
SEPEDA motor BL 5817 DAT, mengalami ringsek berat dan pengendara kritis setelah kontra mobil di Jalinsum Banda Aceh-Medan, persisnya di Desa Beusa Baroh, Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur, Minggu (19/7). Waspada/M Ishak

PEUREULAK (Waspada): Sebanyak delapan unit kendaraan roda dua dan roda empat terlibat dalam empat kecelakaan sepanjang hari di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Banda Aceh-Medan, di wilayah hukum Polres Aceh Timur, Minggu (19/7).

Akibatnya, tiga orang kritis dan enam lainnya mengalami terluka.

Kecelakaan pertama antara mobil BL 1477 JW kontra sepeda motor BL 5817 DAT terjadi di Desa Beusa Baroh, Kecamatan Peureulak Barat, Kabupaten Aceh Timur, sekira pukul 10:45.

Saat itu, M. Khusairi yang mengendarai Honda Vario melaju dari arah Kota Idi (barat) ke arah Langsa (timur).

Setiba di lokasi, M Khusyairi hendak mendahului mobil di depannya, sehingga sepeda motornya melebar ke kanan melewati garis tengah.

Dari arah yang berlawanan muncul mobil yang dikendarai M Naswin, 38, asal Langkat, Sumut.

Spontan terjadi laga kambing hingga mengakibatkan M Khusyairi, terhempas ke badan jalan hingga terseret beberapa meter.

Kecelakaan kedua terjadi di depan Masjid Besar Baitul Muttaqin Idi Cut, persisnya di Gampong Keude, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur, sekira pukul 11:30.

Ketika itu mobil sedan BL 1502 AE melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Peureulak (timur) ke Lhoksukon (barat).

Setiba di lokasi hendak mendahului mobil dump truk di depannya, setelah mobil sedan berada di kanan jalan muncul sepeda motor BL 6086 WBS yang dikendarai Zulfatan, 25, asal Meudang Ara, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur.

Akibat jarak terlalu dekat, sehingga pengemudi mobil tidak bisa mengelak, sehingga Sulfatan terhempas ke badan jalan hingga mengundang perhatian warga sekitar ke lokasi kejadian.

Lakalantas ketiga terjadi Peureulak, persisnya di Simpang Taman Fajar, Desa Alue Nibong, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, sekira pukul 13:50.

Ketika itu, sepeda motor BK 4149 QL yang dikendarai Rahmad, 45, asal Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumut, melaju dengan kecepatan sedang dari arah Medan (timur) ke arah Banda Aceh (barat).

Setiba di lokasi Usman Yasin, 60, warga Desa Punti, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, menyeberang jalan hendak masuk ke jalan Taman Fajar, menggunakan sepeda motor 125 BL 4957 DV.

Akibat jarak terlalu dekat, sehingga Rahmad tidak dapat mengelak, sehingga bagian depan sepeda motornya menabrak bagian belakang sepeda motor milik Usman Yasin.

Akibatnya, Usman Yasin mengalami luka serius dan terpaksa dilarikan ke RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak.

Kecelakaan terakhir terjadi di Jalinsum Banda Aceh-Medan, persisnya di Desa Meunasah Teungoh, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur, sekira pukul 17:00.

Ketika itu, Fera Mauliza, 17, pelajar asal Desa Uteun Dama, Kec. Peureulak, Aceh Timur, mengendarai sepeda motor BL 3559 DAR.

Saat itu, Fera Mauliza dari arah Kota Idi (timur) ke Julok (barat).

Setiba di lokasi, Fera mengantuk, sehingga sepeda motor yang dikendarainya mengalami oleng ke kanan jalan dan masuk ke parit hingga tersungkur.

Melihat laka tunggal itu, kemudian warga membantu mengangkat korban dan mengevakuasinya ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, SIK, MH, melalui Kasat Lantas AKP Aditya Kusuma, SIK, dikonfirmasi Waspada, membenarkan adanya empat kecelakaan dalam wilayahnya.

Bahkan seluruh kendaraan yang terlibat dalam lakalantas itu sudah diamankan untuk proses selanjutnya.

“Iya benar, tiga dari empat kecelakaan korbannya kritis yakni sebanyak tiga orang. Sementara tiga lainnya terluka. Semuanya kasus kecelakaan hari ini sudah ditangani penyidik, bahkan petugas dari lokasi juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk proses selanjutnya,” ujar AKP Aditya. (b11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2