Waspada
Waspada » Kecamatan Tidak Terpapar Penyebaran Covid-19, Bupati Bolehkan Belajar Tatap Muka
Aceh Headlines

Kecamatan Tidak Terpapar Penyebaran Covid-19, Bupati Bolehkan Belajar Tatap Muka

BUPATI Dulmusrid bersama Kadisdikbud Khalilullah memantau belajar tatap muka di sekolah baru ini. Waspada/Ist
BUPATI Dulmusrid bersama Kadisdikbud Khalilullah memantau belajar tatap muka di sekolah baru ini. Waspada/Ist

SINGKIL (Waspada): Setelah beberapa bulan terakhir, sekolah di Aceh Singkil tetap melaksanakan pembelajaran dalam jaringan (Daring).

Kendati, para orang tua siswa terus mendesak pemerintah agar segera bisa dilaksanakan belajar tatap muka.

Merespon usulan para orang tua tersebut, Bupati Aceh Singkil Dulmusrid, Senin (30/11) menyampaikan, status zona Aceh Singkil saat ini, dari orange telah berubah menjadi zona merah.

Sehingga di lokasi kecamatan yang tercatat memiliki riwayat penyebaran Covid-19 sebaiknya tetap melaksanakn belajar melalui jaringan.

Namun, Dulmusrid memperbolehkan kecamatan yang tidak ada riwayat penyebaran Covid-19, bisa melaksanakan belajar tatap muka.

Dengan catatan, harus tetap mengikuti protokoler kesehatan.

“Kalau daerah yang tidak ada penyebaran Corona, boleh untuk belajar tatap muka. Beberapa hari ini sudah ada juga yang melaksanakan belajar tatap muka,” ucap Dulmusrid.

Menyikapi arahan Mendikbud yang direncanakan awal januari seluruh sekolah perdana akan melaksanakan belajar tatap muka.

“Namun tetap selalu mencuci tangan, memakai masker dan tetap menjaga jarak. Sementara, ada kelemahan siswa yang belum mampu memahami IT, sistem belajarnya, guru langsung mendatangi siswa, dengan waktu yang dijadwalkan,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Singkil Khalilullah mengatakan, kondisi penyebaran Corona di Aceh Singkil terus meningkat.

Menyahuti permintaan para orang tua ini, Disdikbud sampai saat ini tetap meyakinkan mereka bahwa menjaga kesehatan lebih penting.

Namun bukan berarti pendidikan tidak penting, bahkan sangat penting.

Namun dengan kondisi kesehatan yang ancamannya kematian, lebih baik mengutamakan kesehatan, dan bisa dilaksanakan belajar hari esok.

Sementara kendala belajar dalam jaringan (Daring) yang dilaksanakan selama ini, sejauh ini partisipasi siswa yang peduli terhadap tugas yang diberikan hanya 50 persen.

“Sebagian siswa malah tidak peduli dengan tugasnya. Kendati para guru tetap memantau para muridnya disaat jam belajar sekolah melalui jaringan atau sebagian komunikasi langsung dengan orang tua siswa, untuk mengantisipasi anak bebas bermain,” ucapnya. (b25)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2