Kebakaran Di RS Irak Tewaskan 82 Orang

  • Bagikan
Rumah Sakit Ibn al-Khatib, salah satu RS penanganan Covid-19 di Baghdad, Irak, terbakar dan menewaskan sedikitnya 82 orang sementara 110 orang mengalami luka-luka. AP

BAGHDAD, Irak (Waspada): Sebuah rumah sakit penanganan Covid-19 di Baghdad, Irak, terbakar dan menewaskan sedikitnya 82 orang sementara 110 orang mengalami luka-luka.

“Kementerian Dalam Negeri melaporkan 82 orang tewas dan 110 terluka dalam kebakaran di Rumah Sakit Ibn al-Khatib,” demikian pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri Irak seperti dilansir AFP, Minggu (25/4/2021.

Warga Irak pun menuntut agar pejabat negara dipecat setelah kejadian tersebut. Pasalnya, infrastruktur kesehatan di Baghdad disebut-sebut sudah lama bobrok.

Kebakaran di RS Ibn al-Khatib Baghdad berawal dari sebuah ledakan. Hal ini karena ada kesalahan dalam penyimpanan tabung oksigen. Api menyebar dengan cepat ke beberapa lantai pada tengah malam, ketika sejumlah anggota keluarga sedang menemani sekitar 30 pasien di tempat tidurnya.

Kondisi RS Ibn al-Khatib sendiri disebutkan telah lama rusak akibat konflik yang terjadi selama beberapa dekade dan investasi yang buruk. Selain itu, rumah sakit juga kekurangan obat-obatan dan tempat tidur.

Tak heran, insiden kebakaran memicu kemarahan di media sosial. Perdana Menteri Mustafa al-Khademi menyerukan penyelidikan penyebab kobaran api dan mendeklarasikan tiga hari berkabung nasional.

Kementerian Kesehatan menyatakan lebih dari 200 pasien telah diselamatkan. Sementara, beberapa sumber menyatakan kebakaran terjadi karena kelalaian yang sering dikaitkan dengan korupsi endemik di Irak.

Gubernur Baghdad Mohammed Jaber meminta Kementerian Kesehatan untuk membentuk komisi penyelidikan. Dengan demikian, mereka yang tak melakukan pekerjaan tidak sesuai dengan kapasitasnya dapat diadili.

Dalam sebuah pernyataan, komisi hak asasi manusia pemerintah mengatakan insiden kebakaran ini adalah kejahatan terhadap pasien yang kelelahan karena covid-19. Bukannya mendapatkan perawatan, para pasien disebut justru telah ‘menyerahkan’ nyawa mereka di tangan Kementerian Kesehatan.

Jumlah penularan Covid-19 di Irak terus meningkat. Bahkan, jumlahnya tembus 1 juta atau tertinggi di antara negara Arab mana pun. Kementerian Kesehatan mencatat lebih dari 15 ribu kematian sejak infeksi pertama di Irak. Pemerintah juga sudah melakukan 40 ribu tes setiap hari dari populasi 40 juta orang. (afp/m11)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.