Kasus Rekor Terus, Singapura Kewalahan Tangani Covid-19 - Waspada

Kasus Rekor Terus, Singapura Kewalahan Tangani Covid-19

  • Bagikan
Penumpang pesawat dari Amsterdam, Belanda, pada Rabu tiba di Bandara Changi Singapura di bawah skema perjalanan bebas karantina yang telah diperpanjang oleh pemerintah. Kementerian Kesehatan Singapura melaporkan 18 kematian pada Rabu, tertinggi dalam satu hari, dan 3.862 kasus tambahan, selisih sedikit dari rekor 3.994 sehari sebelumnya. Reuters

     SINGAPURA (Waspada): Pejabat pemerintah Singapura pada Rabu  memperingatkan, “Negeri Singa” berisiko kewalahan menangani lonjakan Covid-19, setelah angka kasus baru terus menembus rekor.

     Peringatan dikeluarkan sehari setelah negara kota itu memperluas perjalanan bebas karantina, karena mengubah pendekatannya untuk menangani pandemi virus corona.

     Kementerian Kesehatan Singapura melaporkan 18 kematian pada Rabu, tertinggi dalam satu hari, dan 3.862 kasus tambahan, selisih sedikit dari rekor 3.994 sehari sebelumnya.

     “Pada situasi saat ini, kami menghadapi risiko besar sistem perawatan kesehatan kewalahan,” kata Lawrence Wong, salah satu ketua gugus tugas Covid-19, sebelum angka baru dirilis, dikutip dari AFP, Kamis (21/10/2021).

     Wong, yang juga Menteri Keuangan Singapura mengatakan, hampir 90 persen tempat tidur isolasi di rumah sakit sudah berpenghuni dan lebih dari dua pertiga ranjang di unit perawatan intensif terisi.

     Komentarnya muncul sehari setelah Singapura memperluas perjalanan bebas karantina untuk pendapat yang divaksinasi dosis penuh dari delapan negara, termasuk mitra dagang utama Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.

     Perdana Menteri Lee Hsien Loong mengatakan, pusat bisnis global tidak dapat terus ditutup tanpa batas waktu, dan Singapura bergeser dari strategi tanpa toleransi dengan lockdown dan penutupan perbatasan, menjadi hidup berdampingan dengan Covid-19.

     Para analis mengatakan, skema jalur perjalanan yang dimulai dengan Brunei dan Jerman bulan lalu, dapat memberikan peluang bagi industri penerbangan dan pariwisata yang dilanda pandemi.

     Namun, hal itu menimbulkan ketakutan di antara beberapa warga Singapura saat “Negeri Merlion” bergulat dengan lonjakan kasus Covid-19 terbarunya.

     Sebagian besar kasus Covid-19 Singapura ringan atau tanpa gejala dengan pasien pulih di rumah, memungkinkan rumah sakit untuk fokus pada pasien yang sakit parah.

     “Kami mencoba menambah kapasitas, tetapi ini bukan hanya soal memiliki tempat tidur tambahan atau membeli peralatan baru karena… tenaga medis kami kewalahan dan kelelahan,” kata Wong. “Dan sementara kami mencoba untuk memperkuat tim, akan butuh waktu untuk bala bantuan ini masuk.”

     Wakil Ketua Gugus Tugas dan Menteri Kesehatan Ong Ye Kung mengatakan, jumlah kasus di antara orang belum divaksinasi berusia 60 tahun ke atas masih tinggi, terhitung dari dua pertiga pasien di ICU dan mereka yang meninggal. Covid-19 di Singapura mencatatkan total lebih dari 158.000 kasus dan 264 kematian. (afp/m11)

  • Bagikan