Waspada
Waspada » Kasus Meningkat, Pemko Medan Tidak Serius Tangani Penyebaran Covid-19
Headlines Medan

Kasus Meningkat, Pemko Medan Tidak Serius Tangani Penyebaran Covid-19

MEDAN (Waspada): Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Pemko Medan dinilai gagal dan tidak serius mengatasi penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dengan meningkatnya jumlah terkonfirmasi positif virus Covid-19 dalam tiga minggu terakhir.

“Akhyar Nasution sebagai ketua GTPP telah gagal karena tidak ada melakukan apapun. Beliau hanya fokus dengan memberi bantuan sosial dan pembagian masker yang tidak layak pakai. Sedangkan Perwal abal-abal yang dibuatnya itu tidak berjalan,” ujar Ketua Panitia Khusus (Pansus) Covid-19 DPRD Medan, Robbi Barus, kepada Waspada, Jumat (19/6).

Diketahui, Dalam tiga minggu terakhir, jumlah pasien terkonfirmasi positif virus Covid-19 di Kota Medan naik 4 kali lipat.

Jumlah pasien positif Covid-19 di Medan yang naik 4 kali lipat terlihat dari data 26 Mei-18 Juni 2020.

Tercatat, pada 26 Mei 2002 atau sekitar tiga pekan yang lalu, jumlah pasien positif Covid-19 yang menjalani perawatan masih 115 orang dan pada 18 Juni 2020, jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 458 orang.

Dikatakan Politisi PDIP ini, seharusnya dengan adanya Perwal Medan No 11 Tahun 2020 tentang Karantina Kesehatan dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Plt Wali Kota Medan sebagai Ketua GTPP Covid 19 dapat menerapkannya dengan serius di lapangan.

“Sudah saya bilang itu Perwal abal-abal dan akhirnya terjawab sekarang. Apakah ada tim Pemko Medan itu turun dan melakukan pengawasan di tempat keramaian seperti pasar tradisional dan terminal? Jangan cuma bisa menghimbau tapi tidak ada action nya. Saya gagal paham apa yang telah dikerjakan Pemko. Apakah menunggu ribuan rakyat yang mati baru bertindak dengan serius,” tegasnya.

Padahal, lanjut Robbi, dengan meningkatnya kasus positif Covid-19 berarti Kota Medan belum dapat menerapkan new normal.

Namun anehnya, di lapangan kehidupan masyarakat sudah kembali normal seperti sedia kala seolah wabah Covid-19 sudah menghilang.

“Jangan terus buat pencitraan, rakyat gak butuh itu. Tapi tindakan konkrit dan konsisten dengan Perwal yang dibuatnya,” kata Robbi.

Ia juga menyesalkan ketidakhadiran Akhyar Nasution selaku Ketua GTPP Kota Medan dalam rapat Pansus Covid-19 DPRD Medan pada 16 Juni 2020 kemarin yang menunjukkan Plt Wali Kota Medan sepele dengan lembaga legislatif ini dan penanganan Covid-19.

“Kita undang lagi beliau Senin ini dalam rapat pansus. Kita mau konkrit apa saja yang sudah dilakukan Pemko Medan. Karena kita melihat mereka masih melakukan rutinitas saja, tanpa ada gebrakan,” imbuh anggota Komisi I DPRD Medan ini.

Namun begitu, Robbi berharap agar kedepannya GTPP Covid-19 Kota Medan dapat lebih baik dalam bersinergi dengan Pansus yang telah dibentuk tersebut.

“Inikan demi rakyat, marilah kita bersinergi dengan baik. Ya semoga kedepannya kita bisa melakukan koordinasi dalam rapat dengan pihak yang mengambil kebijakan, yaitu Ketua gugus tugas yang juga Plt Wali Kota Medan,” tutupnya. (h01)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2