Waspada
Waspada » Kapolrestabes: Kalau Ada Anggota Aniaya Sarpan Kita Proses
Headlines Medan

Kapolrestabes: Kalau Ada Anggota Aniaya Sarpan Kita Proses

KAPOLRESTABES Medan Kombes Riko Sunarko didampingi Kapolsek Percut Kompol Otniel Siahaan saat memberikan keterangan kepada wartawan. Waspada/Ist
KAPOLRESTABES Medan Kombes Riko Sunarko didampingi Kapolsek Percut Kompol Otniel Siahaan saat memberikan keterangan kepada wartawan. Waspada/Ist

MEDAN (Waspada): Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko menegaskan, kalau memang benar ada anggota tidak benar dalam kasus pengaduan Sarpan yang mengaku dianiaya akan kita proses.

Hal ini ditegaskan Kapolrestabes saat ditanya wartawan ketika berkunjung ke Polsek Percut, Rabu (8/7).

Didampingi Kapolsel Percut Kompol Otniel Siahaan, Kapolrestabes mengatakan, berkaitan dengan laporan Sarpan ke Polrestabes Medan tidak ada masalah dan kita proses.

Dijelaskan, Sarpan, 57, warga Jalan Sidomulyo, Pasar 9 Tembung, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Seituan, yang merupakan saksi pembunuhan kuli bangunan, Dodi Somanto alias Andika, 41, sudah membuat laporan ke Polrestabes.

“Namun dalam laporan itu, Sarpan belum mengetahui siapa yang dilaporkannya karena tidak kenal. Kita kembangkan semuanya. Berkaitan dengan laporan tak ada masalah, kita proses. Kalau memang benar anggota gak benar kita proses,” tegasnya.

Sampai saat ini sambungnya, yang bersangkutan masih berstatus saksi.

Rekan penyidik memeriksa yang bersangkutan karena memang ada indikasi ada dugaan.

Belum tentu penyidik yang mukuli yang bersangkutan.

“Catatan, kalau anggota kita salah kita tidak akan ragu bilang salah, akan kita proses. Yang penting kasus pembunuhannya terungkap dan laporan yang bersangkutan juga terungkap. Kalau betul dia dipukuli, siapa yang mukul, dan itu masih kita lidik dan periksa. Semuanya masih kita dalami,” jelasnya.

Kombes Riko menegaskan yang bersangkutan tidak ada ditahan, melainkan beberapa hari dimintai keterangannya karena sebagai saksi.

Selain itu di celana yang bersangkutan ada bercak darah sehingga polisi mendalaminya.

Apakah itu darah manusia atau bukan, karena yang bersangkutan sampai sekarang belum bisa menjelaskan kalau itu darah siapa atau darah apa.

“Yang bersangkutan 3 hari diperiksa di ruang penyidik. Katanya dia dipukuli di dalam sel, itu saya tanya langsung kepada yang bersangkutan. Katanya dia ada dimasukkan ke dalam ruangan tahanan, saya mau nanya langsung. Saya belum ketemu lagi dengan yang bersangkutan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Sarpan, yang merupakan saksi pembunuhan kuli bangunan, Dodi Somanto alias Andika membuat laporan ke Polrestabes Medan yang tertuang di Nomor: LP/STTP/1643/VII/2020/SPKT Restabes Medan, Senin 6 Juli 2020. (m25)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2