Waspada
Waspada » Kakek 71 Tahun Tewas Disambar KA
Headlines Sumut

Kakek 71 Tahun Tewas Disambar KA

JENAZAH kakek 71 tahun yang tewas disambar kereta api saat dievakuasi, Sabtu (16/1) sore di jalur rel Medan-Tebing Tinggi persisnya di Dusun III, Desa Sei Buluh, Kecamatan Perbaungan. Waspada/Ist
JENAZAH kakek 71 tahun yang tewas disambar kereta api saat dievakuasi, Sabtu (16/1) sore di jalur rel Medan-Tebing Tinggi persisnya di Dusun III, Desa Sei Buluh, Kecamatan Perbaungan. Waspada/Ist

PERBAUNGAN (Waspada): Seorang kakek 71 tahun, Partono alias Ondok ditemukan tewas setelah tersambar kereta api (KA) lokomotif CC 2018332 di jalur rel Medan-Tebing Tinggi persisnya di Dusun III, Desa Sei Buluh, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sabtu (16/1) sore.

Lokasi tersambarnya kakek Ondok tidak jauh dari rumahnya di Dusun III, Kampung Tempel, Desa Sei Buluh, Kecamatan Perbaungan.

Informasi diperoleh, warga setempat yang menemukan kakek Ondok yang tewas di pinggir rel akibat disambar kereta api barang yangb atang dari arah Medan menuju Tebing Tinggi sempat heboh.

Selanjutnya warga melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Dusun III Edi Saputra, kemudian sang Kepala Dusun (Kadus) langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) dan memastikan keberadaan jenazah korban di pinggir rel.

Setelah itu Kadus menghubungi pihak Polsek Perbaungan, namun begitu Personel Unit Reskrim Polsek Perbaungan turun tiba di TKP ternyata korban telah diboyong warga ke rumah duka, berhubung saat itu cuaca sedang turun hujan.

Kemudian pihak Polsek Perbaungan, mendatangi rumah korban serta meminta kererangan terhadap saksi-saksi.

Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang SH didampingi Kapolsek Perbaungan AKP Viktor Simanjuntak, Minggu (17/1) mengatakan setelah di lakukan interogasi terhadap saksi yang melihat secara langsung kejadian tertabraknya korban mengatakan bahwa saat itu korban seperti biasanya setelah selesai sholat dari rumah korban dan akan berangkat ke ladang yang saat itu berjalan kaki, langsung disambar kereta api.

Setelah istri korban dimintai keterangan lanjut Kapolres, ternyata korban memang sulit mendengar atau pendengarannya mengalami ganguan, diduga korban tidak mendengar ada kereta api yang melintas sehingga korban yang berjalan kaki di pinggir rel langsung disambar kereta api yang datang dari arah Medan menuju Tebing Tinggi.

“Atas kejadian ini keluarga korban membuat permohonan agar tidak dilakukan outopsi yang diketahui kepala desa,” pungkas AKBP Robin Simatupang. (a15)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2