Jet Tempur Saudi Bombardir Pangkalan Houthi Di Yaman - Waspada
banner 325x300

Jet Tempur Saudi Bombardir Pangkalan Houthi Di Yaman

  • Bagikan
Sejumlah jet tempur milik koalisi pimpinan Arab Saudi menggempur pangkalan kelompok pemberontak Houthi di Yaman sebagai aksi balasan. AP

RIYADH, Arab Saudi (Waspada): Sejumlah jet tempur milik koalisi pimpinan Arab Saudi menggempur pangkalan kelompok pemberontak Houthi di Yaman. Gempuran ini menjadi balasan atas serangan Houthi terhadap kilang minyak Saudi pada akhir pekan.

Seperti dilansir Bloomberg dan Al Jazeera, Senin (22/3/2021), sejumlah warga setempat menuturkan bahwa gempuran koalisi Saudi pada Minggu pagi itu menargetkan kamp-kamp militer di ibu kota Sanaa yang dikuasai Houthi.

Saudi juga menargetkan fasilitas Houthi di dekat bandara Sanaa dan di pinggiran ibu kota Yaman tersebut. Gempuran Saudi juga dilaporkan mengenai posisi Houthi di Provinsi Hodeidah.

Beberapa warga ibu kota Sana’a menuturkan kepada kantor berita Reuters bahwa pesawat tempur koalisi Saudi membombardir area-area yang menjadi lokasi kamp militer Houthi di Sanaa bagian selatan dan sebuah lokasi manufaktur militer di sebelah utara kota tersebut.

Secara terpisah, laporan Al-Masirah TV yang dikelola Houthi juga melaporkan serangan udara koalisi Saudi di wilayah Sana’a.

Gempuran udara koalisi Saudi itu dilancarkan setelah Houthi mengaku bertanggung jawab atas serangan enam drone bermuatan peledak di salah satu kilang minyak di Riyadh pada Jumat lalu.

Serangan drone itu memicu sebuah kebakaran, yang untungnya berhasil dikendalikan. Tidak ada laporan korban jiwa.

Pada Sabtu, koalisi Saudi menyatakan pihaknya berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah drone bermuatan peledak yang diluncurkan ke arah Khamis Mushait, Saudi bagian selatan.

Beberapa pekan terakhir, pemberontak Houthi meningkatkan serangan ke wilayah Saudi. Otoritas Saudi dalam sejumlah pernyataannya mengklaim telah mencegat sebagian besar drone dan rudal yang ditembakkan Houthi ke wilayahnya, dengan target bervariasi seperti bandara, pangkalan udara dan infrastruktur energi.

Serangan-serangan Houthi ke Saudi itu memicu sejumlah kerusakan meskipun tidak parah dan jarang memicu korban jiwa.

Koalisi pimpinan Saudi memerangi Houthi sejak Maret 2015, beberapa bulan setelah kelompok pemberontak yang didukung Iran itu menduduki ibu kota Sanaa.

Konflik Yaman terus berlanjut hingga kini dan membuat Saudi dihujani kritikan internasional atas serangan udara yang tidak pandang bulu.

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyebut situasi di Yaman sebagai bencana kemanusiaan terburuk di dunia, dengan kelaparan massal, penyakit dan kemiskinan merajalela akibat konflik berkepanjangan.

Sedikitnya 130 ribu orang, termasuk lebih dari 12 ribu warga sipil, tewas dalam konflik Yaman. (Bloomberg/al Jazeera/m11)

  • Bagikan