Waspada
Waspada » Jelang Ramadhan, Aparat Gabungan Razia Cafe Dan Warung Penjualan Miras
Headlines Sumut

Jelang Ramadhan, Aparat Gabungan Razia Cafe Dan Warung Penjualan Miras

APARAT gabungan razia cafe dan warung tuak di Kecamatan Sei Lepan. Waspada/Ist
APARAT gabungan razia cafe dan warung tuak di Kecamatan Sei Lepan. Waspada/Ist

P BRANDAN (Waspada): Untuk menjaga kesucian bulan Ramadhan, aparatur Kecamatan Babalan, Kecamatan Sei Lepan, bersama Polsek P Berandan dan personel Koramil/13 gelar razia cipta kondisi penertiban cafe dan warung penjualan miras, Sabtu (10/4) malam.

Sebelum razia, petugas melaksanakan apel gabungan dipimpin Kapolsek P Brandan AKP PS Simbolon.

Hadir dalam razia antaralain, Waka Polsek Iptu Sugiharso, Kanit Reskrim Iptu Relapang Sitepu, Kanit Binmas Iptu TLP Marbun, Kanit Intel Rajendra Kusuma, personel Koramil/13, serta sejumlah ASN.

Razia gabungan berlangsung di sejumlah cafe dan warung penjual tuak dan minuman keras (miras di kawasan Jalan Baru, Kelurahan Alur Dua, Kecamatan Sei Lepan, dan di Kelurahan Pelawi Utara, Kecamatan Babalan.

Di dua lokasi ini disebut kerab berlangsung praktik prostitusi.

Dalam razia tersebut didapati cafe dan warung penjualan miras yang berada di kawasan Jalan Baru yang masih buka sampai pukul 21:00.

Saat itu, petugas membubarkan pengunjung warung yang sebagian ada meminim tuak dan membubarkan kegiatan live music dari salah satu cafe.

Camat Sei Lepan M Iqbal Ramadhan melalui Sekcam Batu Fitria Matondang, SSTP kepada Waspada mengatakan, untuk mewujudkan situasi Kamtibmas dan sekaligilus menjaga kesucian bulan Ramadhan, para pemilik cafe atau warung diingatkan agar menutup kegiatan usahanya yang berbau maksiat.

“Menghadapi bulan Ramdhan ini, kegiatan hiburan yang ada di cafe harus ditutup dan jangan ada lagi penjualan tuak atau miras. Kita bersama aparat terkait lainnya akan terus memonitor lokasi ini demi terciptanya situasi Kamtibmas yang kondusif,” katanya.

Di kawasan Jalan Baru ini terdapat beberapa cafe atau warung yang menjual tuak dan miras lainnya.

Di lokasi ini dikenal rawan terjadi aksi kriminalitas, termasuk aksi perkelahian antara sesama pengunjung yang sudah dipengruhi miras.

Beberapa waktu lalu, salah seorang pengujung cafe pernah kritis karena bagian perutnya ditebas dengan senjata tajam.

Dalam kondisi usus terburai, korban dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.

Sejumlah warga yang merasa resah mendesak kepada petugas terkait, khususnya Satpol PP untuk menutup tempat maksiat ini secara permanen, sebab keberadaan usaha patologis ini kerab mengundang keributan antar sesama pengunjung dan aksi kriminalitas lainnya. (a10)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2