Waspada
Waspada » Jatuh Tempo, Wali Kota Lanjutkan Pembongkaran Bangunan Rusak Cagar Budaya
Headlines

Jatuh Tempo, Wali Kota Lanjutkan Pembongkaran Bangunan Rusak Cagar Budaya

SEJUMLAH petugas dari Satpol PP Medan sedang melakukan pembongkaran bangunan yang merusak cagar budaya. Wali Kota Medan lanjutkan pembongkaran bangunan yang merusak cagar budaya. Waspada/ME Ginting
SEJUMLAH petugas dari Satpol PP Medan sedang melakukan pembongkaran bangunan yang merusak cagar budaya. Wali Kota Medan lanjutkan pembongkaran bangunan yang merusak cagar budaya. Waspada/ME Ginting

MEDAN (Waspada): Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution  lanjutkan pembongkaran bangunan yang rusak cagar budaya dan tidak miliki surat izin mendirikan bangunan (SIMB) Jl Ahmad Yani Medan, Rabu (7/4).

Tim terpadu dari Satpol PP menghancurkan sejumlah bagian bangunan di depan Gedung Warrenhuis tersebut.

Seperti diketahui, kawasan Kesawan yang masih banyak berdiri bangunan bersejarah akan direvitalisasi oleh wali kota yang baru saja dilantik, Bobby Nasution. Menantu Presiden Jokowi itu tegas menindak pemilik bangunan yang tidak mau ikuti aturan Pemko Medan.

Bangunan yang mendapatkan tindakan tegas itu terjadi setelah jatuh tempo yang telah ditetapkan oleh Pemko Medan. Bangunan itu tidak mendapatkan Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB) karena tidak sesuai dengan bentuk aslinya.

Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Penataan Ruang Kota Medan Benny Iskandar. “Memang tidak ada izinnya itu maka kita bongkar sesuai aturan yang berlaku. Kita sudah koordinasi dengan Satpol PP untuk eksekusi,” kata Benny.

Bermusyawarah

Benny mengungkapkan, pihaknya sudah bermusyawarah dengan pemilik bangunan dan memberi tempo hingga, Senin (5/4). Jika tidak diindahkan akan dibongkar. Dan rekomendasi izin tidak akan keluar jika pemilik bangunan tidak mampu mengembalikan bangunan ke bentuk awalnya.

Padahal kata Benny, pemilik bangunan sudah diberikan contoh berupa foto bangunan sebelumnya yang diberikan oleh Dinas Kebudayaan.

“Pak wali kota ingin bangunan di kawasan Kesawan sesuai dengan aslinya. Kalau ada pemilik bangunan yang ingin membangun harus sesuai bentuk aslinya. Begitu juga untuk renovasi dan sebagainya. Dan foto lama bangunan itu sudah diberikan oleh Dinas Kebudayaan sebagai rekomendasi sebelum dibangun menjadi seperti sekarang,” papar Benny.

Ditambahkan Benny, penegakan hukum terhadap kawasan cagar budaya benar-benar dilakukan oleh Wali Kota Medan “Pak wali dengan tegas ingin kembalikan kawasan cagar budaya Kesawan dan sekitarnya,” pungkas Benny.

Di lapangan, tim terpadu Satpol PP tampak merobohkan sejumlah sudut bangunan. Bahkan petugas tampak sampai naik ke lantai dua bangunan dan menghancurkan secara manual dengan palu. Satu unit alat berat berupa dozer ekskavator juga diturunkan untuk merusak bangunan di bagian yang sulit dijangkau.

Dari data yang diperoleh, bangunan itu berukuran 4,5 m x 16,25 m dan bangunan 4 m x 13, 25 m.

Sementara itu, Wali Kota Medan Bobby Nasution menegaskan bahwa seluruh bangunan di kawasan heritage harus mengikuti regulasi terkait perlindungan cagar budaya. “Terkhusus daerah Kesawan jangan merubah bentuk. Ikuti regulasi. Tempat ini harus kita lestarikan,” tegasnya. (m26)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2