Waspada
Waspada » Jalan Penghubung Galus-Atim Masih Lumpuh
Aceh Headlines

Jalan Penghubung Galus-Atim Masih Lumpuh

SATU unit excavator tiba di Lokop, untuk melakukan pembersihan tanah longsor di Desa Leles, Kec. Serbajadi, Aceh Timur, Sabtu (20/6). Waspada/Ist
SATU unit excavator tiba di Lokop, untuk melakukan pembersihan tanah longsor di Desa Leles, Kec. Serbajadi, Aceh Timur, Sabtu (20/6). Waspada/Ist

IDI (Waspada): Meskipun mulai dibersihkan tanah longsor dan berbagai jenis dahan dan batang kayu, tapi hingga kini jalan lintas provinsi yang menghubungkan Kab. Aceh Timur dengan Kab. Gayo Lues, hingga kini belum bisa dilalui alias masih lumpuh.

Bahkan ratusan Kepala Keluarga (KK) di sejumlah desa kesulitan mendapatkan logistik, seperti mereka yang menetap di Desa Leles, Jering, Sekualan, dan Ujung Karang.

“Warga kesulitan turun ke pasar tradisional Lokop di Pusat Kec. Serbajadi, karena badan jalan masih tertutup tanah longsor,” kata Saddam, tokoh masyarakat Lokop.

Seandainya tanah longsor sudah bersih diatas permukaan jalan, maka warga dalam beberapa desa ke arah Kab. Gayo Lues, tidak lagi terkendala arus lalu lintas.

“Tapi karena masih tertutup longsor, sehingga belum bisa dilalui roda empat. Sementara kendaraan roda dua harus didorong untuk bisa dilewati,” tambah Adi, warga lain.

Camat Serbajadi, Syahdan, dihubungi Waspada, Minggu (21/6) sore, mengatakan, alat berat dari UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah II Langsa, sudah tiba di lokasi longsor.

“Sudah tiba kemarin, hari ini alat berat sudah mulai kerja. Tapi arus transportasi belum normal, karena alat berat masih membersihkan dahan, pohon kayu yang tumbang dan tanah longsor di atas badan jalan,” ujar Syahdan.

Dikatakannya, tanah longsor yang menutupi badan jalan radius 20 meter dan ketinggian mencapai 40-60 centimeter.

“Tanah longsor tidak begitu parah, tapi pohon-pohon yang ikut terbawa tanah longsor ini yang parah,” kata Syahdan seraya berharap, jalan lintas provinsi dari Lokop (Aceh Timur) ke Pindeng (Galus) segera normal.

Kepala UPTD Jalan dan Jembatan Wilayah II Langsa, Mulyadi, dikonfirmasi Waspada secara terpisah, mengakui, alat berat berupa satu excavator sudah dikerahkan ke lokasi dan hingga saat ini masih bekerja.

Diharapkan pemberihan tanah longsor tersebut segera selesai, sehingga arus transportasi didaerah pedalaman itu kembali normal.

“Lokasi tanah longsor sedang dalam pembersihan,” katanya.

Berdasarkan laporan dari lapangan yang diterima pihaknya, lanjut Mulyadi, titik longsor tercatat sebanyak tujuh titik mulai dari Lokop hingga ke Leles, Kec. Serbajadi.

“Kemarin sudah dibersihkan tiga titik longsor. Sisanya, empat titik longsor lagi dibersihkan hari ini,” demikian Mulyadi. (b11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2