Waspada
Waspada » Jaksa Minta Hakim Tolak Pledoi Terdakwa Pemalsu
Headlines

Jaksa Minta Hakim Tolak Pledoi Terdakwa Pemalsu

TERDAKWA Apriliani saat bersidang di PN Medan. Waspada/Rama Andriawan
TERDAKWA Apriliani saat bersidang di PN Medan. Waspada/Rama Andriawan

MEDAN (Waspada): Jaksa Penuntut Umum Randi Tambunan minta kepada majelis hakim agar tolak pembelaan pledoi yang diajukan oleh terdakwa Apriliana/Apriliani, warga Jl. Marelan Kel. Rengas Kec. Medan Marelan.

Hal itu terungkap dalam persidangan kasus dugaan pemberian keterangan palsu pada surat penjualan tanah milik Anto seluas 2.349 M2 di Jl. Pancing II Kel. Besar d/h Kampung Besar, Kec. Medan Labuhan, Selasa (28/1) sore.

“Minta majelis hakim agar tolak pembelaan dari terdakwa,” ujar Jaksa Penuntut Umum membacakan replik (tanggapan pledoi) di Ruang Cakra VII Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Menurut Randi, tuntutan 2 tahun penjara yang diberikannya kepada terdakwa sesuai unsur Pasal 263 ayat (1) KUHPidana sudah terpenuhi.

Dijelaskan JPU dari Kejatisu tersebut, barang bukti surat keterangan hak warisan ahli waris kelas satu Nomor: 12/2014 yang merupakan dasar Akta Nomor 20 tanggal 17 Maret 2014 tentang melepaskan hak atas tanah dalam jual beli rumah terdapat data keterangan yang tidak benar yang digunakan bagi suatu perbuatan atas peristiwa hukum.

“Sehingga menimbulkan akibat hukum yang dapat mendatangkan kerugian menurut unsur Pasal 263 ayat (1) KUHP. Disini JPU tidak membahas tentang kepemilikan tanah,” pungkas Randi. Usai pembacaan replik, kuasa hukum terdakwa tetap dengan pledoinya saat agenda duplik.

Sementara itu,korban Anto melalui kuasa hukumnya Akhyar Idris Sagala meminta majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut agar menghukum berat terdakwa Apriliani karena telah merugikan korban dan pemilik lahan.

“Saya meminta kepada majelis hakim agar menghukum berat terdakwa Apriliani,karena sudah merugikan korban dan pemilik lahan,” pintanya.

Selanjutnya, majelis hakim yang diketuai oleh Tengku Oyong menunda sidang hingga tanggal 11 Februari 2020 dengan agenda putusan.

Dalam dakwaan JPU Randi Tambunan, bermula NG Giok Lan selaku ibu kandung terdakwa Apriliani mempunyai warisan tanah terletak di Jl. Pancing II Lk II Kel. Besar d/h Kampung Besar Kec. Medan Labuhan seluas 14.910 M2.

Kemudian, pada tanggal 17 Maret 2014 bertempat di Kantor Notaris dan PPAT Nuriljani Iljas SH, terdakwa Apriliani menjual tanah tersebut berdasarkan Akta Nomor 20 kepada Lo Ah Hong seharga Rp8.585.500.000, dengan dasar Surat Keterangan Hak Warisan Ahli Waris Kelas Satu Nomor: 12/NI/N-SKHW/III/2014 tanggal 17 Maret 2014 bertalian dengan Surat Keterangan Nomor 470/971/RP-II/2014 tanggal 19 Februari 2014.

Ternyata, sebelumnya tanah tersebut telah dijual Nyonya Djoe Ho/Ny Yap Kim Kiok (nenek terdakwa) kepada Mochtar Daud pada tahun 1977 di hadapan notaris Rachmat Sentosa SH (Lina Johan). Mendengar informasi tersebut saksi korban, Anto dan Lina merasa keberatan tanah yang dijual terdakwa Apriliani.

Karena tanah yang terletak di Jl. Pancing II Lk II Kel. Besar d/h Kampung Besar Kec. Medan Labuhan Kota Medan tersebut merupakan milik Anto dan Lina dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 4852 seluas 2.349 M2. Akibat perbuatan terdakwa, Anto dan Lina merasa keberatan dan melaporkan kasus ini ke Polda Sumut. (Cra)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2