Waspada
Waspada » Isu Oknum Anggota Dewan Bener Meriah Mesum Meruyak
Aceh Headlines

Isu Oknum Anggota Dewan Bener Meriah Mesum Meruyak

REDELONG (Waspada): Isu pelecehan seksual menyasar gedung parlemen DPRK Bener Meriah. Membuat heboh di facebook dan grub WhatsApp dalam kurun waktu dua hari belakangan.

Isu itu bahkan menjadi perbincangan hebat di kalangan masyarakat setempat lantaran melibatkan oknum anggota DPRK Bener Meriah diduga berbuat mesum.

Bahkan dalam salah satu akun facebook menyebut, “Poligami Lebih Jantan Dari Pada Selingkuh, Wahai Wakil Rakyat,” tulis akun itu. “Berita pagi ini, pelecehan seksual di dalam kantor, ayo kita cari,” tulis akun lainnya.

Bahkan dalam akun lainnya yang tidak diketahui pemiliknya menulis, “Isu bertebaran dimana-mana, bahwa kasus ini ditutupi oleh dewan kehormatan, jika terbukti bersalah, kami masyarakat akan merajam sekalian bapak dewan kehormatan yang melindungi jinayat,” tulisnya.

Sementara itu, Direktur LSM Ramung Institute Waladan Yoga merasa geram dengan adanya isu dugaan mesum oknum anggota dewan tersebut.

“Isu itu bisa saja benar, bisa saja tidak. Namun, kearifan lokal mengajarkan kita lewat pepatah, tidak ada asap kalau tidak ada api,” kata Waladan kepada Waspada, Jumat (16/7).

Namun, kata Waladan, jika isu tersebut tidak benar, ia meminta pihak DPRK Bener Meriah harus memberikan klarifikasi sehingga tidak menyebabkan keresahan dikalangan masyarakat setempat.

“Namun dalam hal ini pihak Badan Kehormatan DPRK jangan diam, harus melakukan pemeriksaan, jika isu itu benar, Badan Kehormatan harus memberhentikan oknum dewan tersebut, masalahnya ini kasus asusila,” katanya.

Bahkan, tambah Waladan, jika itu isu itu benar, oknum anggota dewan yang dimaksud tersebut telah mencoreng nama lembaga dewan kehormatan selaku wakil rakyat yang di pilih.

“Ingat, Aceh adalah negeri syariat, belum lagi visi dan misi Kabupaten Bener Meriah itu yakni Islami, Harmoni, Maju dan Sejahtera serta Pelaksanaan Syariat Islam secara kaffah,” sebut Waladan.

“Intinya pelaku jinayat harus dihukum, lebih – lebih itu oknum pejabat publik, tidak ada istilah damai keluarga, kalau itu pun terjadi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua DPRK Bener Meriah, Muhammad Saleh saat dikonfirmasi Waspada mengatakan, pihaknya akan menindak sesuai ketentuan jika ada oknum anggota dewan yang terbukti sesuai yang diisukan.

“Kita sudah mendengar isu dan sudah melihat dari Medsos, tapi pemilik akun itu tidak jelas siapa orangnya. Namun jika isu itu terbukti, tentunya kita akan tindaklanjuti melalui Badan Kehormatan legislatif ini,” katanya singkat. (cet)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2