Waspada
Waspada » Israel Serang Rumah Pemimpin Hamas, 26 Orang Tewas Di Gaza
Headlines Internasional

Israel Serang Rumah Pemimpin Hamas, 26 Orang Tewas Di Gaza

Seorang pria Palestina di Gaza lari menyelamatkan diri saat Israel melancarkan serangan udara. Reuters

GAZA, Palestina (Waspada): Israel mengebom rumah Pimpinan Hamas Yahya Al-Sinwar di Gaza pada Minggu (16/5/2021) pagi sebagai balasan usai kelompok itu menembakkan serangan roket ke Tel Aviv. Pejabat kesehatan Palestina menyebut setidaknya empat orang tewas akibat serangan Israel tersebut.

Selain itu, serangan udara Israel juga meluluhlantakkan tiga bangunan dan menewaskan sedikitnya 26 orang di Gaza, demikian keterangan medis setempat seperti dilansir kantor berita Associated Press.

Serangan itu disebut sebagai yang terburuk sejak bentrok antara Negeri Zionis dan Palestina pecah pada Jumat sepekan lalu.  Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan, 10 wanita dan delapan anak-anak termasuk dalam korban tewas oleh serangan tersebut.

Surat kabar Jerusalem Post melaporkan, sebelum pemboman rumah Pimpinan Hamas terjadi, serangan roket Hamas di Israel selatan terus berlangsung sepanjang Sabtu (15/5) kemarin.

Sebagian bangunan di wilayah Gaza hancur rata dengan tanah oleh serangan Israel. Reuters

Tak lama setelah itu, tentara Israel mulai membombardir Jalur Gaza dan mengenai lebih dari 150 sasaran, termasuk rumah dan kantor Yahya Sinwar. Akibat serangan itu, media lokal Palestina melaporkan sejumlah orang tewas dan luka-luka.

Baik Israel maupun Hamas sama-sama bersikeras akan melanjutkan serangan lintas perbatasan, apalagi setelah Israel menghancurkan gedung 12 lantai di Kota Gaza.

Sebagai bentuk pembalasan atas hancurnya gedung al-Jala oleh Israel, Hamas menembakkan roket ke Tel Aviv dan kota-kota di Israel selatan pada Minggu pagi. Konflik yang semakin meluas antara Israel dan Palestina tak kunjung henti. Padahal, sudah banyak korban tewas.

Hingga kini, Palestina mencatat setidaknya 149 orang tewas dengan 41 korban diantaranya anak-anak. Sementara Israel melaporkan 10 orang tewas termasuk dua anak.

Menanggapi konflik itu, Amerika Serikat, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Mesir tengah berusaha memulihkan kekacauan yang terjadi di negara itu. Tapi usaha mereka belum menunjukkan tanda-tanda kemajuan. (ap/afp/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2