IRT Jadi Penjual Sabu Demi Baju Lebaran Anak

  • Bagikan
KANIT Idik III Iptu Irwanta Sembiring (kiri) dan penyidik mengapit tersangka RS, IRT penjual sabu. IRT ini nekad jadi penjual sabu demi baju Lebaran anak. Waspada/Rudi Arman
KANIT Idik III Iptu Irwanta Sembiring (kiri) dan penyidik mengapit tersangka RS, IRT penjual sabu. IRT ini nekad jadi penjual sabu demi baju Lebaran anak. Waspada/Rudi Arman

MEDAN (Waspada): Demi bisa membelikan baju lebaran untuk kedua anaknya, seorang ibu rumah tangga nekad menjual sabu.

Apalagi saat ini tersangka RS, 29, warga Jl. Pertempuran, Kel. Pulo Brayan Kota, Kec. Medan Barat masih dalam proses perceraian dengan suaminya sehingga harus mencari nafkah sendiri demi kebutuhan ekonomi kelurganya.

Kepada wartawan, Sabtu (17/4) sore, RS mengaku terpaksa menjual sabu karena cara ini yang cepat mendapatkan uang kalau dibandingkan dengan pekerjaan lainnya.

“Jual sabu cara singkat mendapatkan uang. Apalagi sebentar lagi lebaran dan uang hasil penjualan bisa saya gunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan belikan baju anak-anak,” katanya.

Dia menjelaskan,  anaknya dua orang, dan masih kecil-kecil. “Aku cari makan sendiri, dengan suamiku lagi proses cerai,” ujarnya.

Karena desakan ekonomi membuatnya gelap mata, sehingga RS mengambil jalan pintas dengan mengedarkan sabu. RS mengaku setiap satu jie dijual Rp500 ribu dan mendapat komisi penjualan Rp200 ribu.

Namun karena tersangka menjualnya di sekitaran rumahnya, banyak warga yang keberatan dan melaporkan ke polisi yang kemudian ditindak lanjuti dengan menangkapnya.

Edarkan Sabu

Kasat Reserse Narkoba Polrestabes Medan Kompol Oloan Siahaan didampingi Kanit Idik III Iptu Irwanta Sembiring menjelaskan, tersangka ditangkap, Kamis (15/4) sore. IRT ini ditangkap polisi lantaran mengedarkan narkotika jenis sabu di seputaran tempat tinggalnya.

“Dari tangan pelaku diamankan barang bukti 2 plastik klip berisi methamphetamine (sabu) dengan berat 0,21 gram,” kata Kompol Oloan Siahaan.

Ia mengatakan penangkapan terhadap pelaku berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan adanya seorang IRT yang menjajakan narkotika di seputaran Jl. Pertempuran Medan.

“Selanjutnya dengan cara menyaru sebagai pembeli, petugas melakukan transaksi dengan wanita tersebut,” kata Oloan.

RS yang tidak tahu orang yang membeli sabunya merupakan polisi yang menyaru, langsung menyerahkan 2 paket klip sabu. Melihat itu, wanita ini langsung ditangkap, tangannya diborgol untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari pemeriksaan tersangka mengakui kalau barang haram ini diperolehnya dari seorang pria berinisial W (DPO), dibeli Rp500 ribu per gram, untuk dijual kembali,” pungkas Oloan. (m25)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *