Waspada
Waspada » Irigasi Di Tarutung Jebol, Pemkab Taput Turunkan Excavator
Headlines Sumut

Irigasi Di Tarutung Jebol, Pemkab Taput Turunkan Excavator

UNTUK penanganan sementara, Pemkab Taput menurunkan alat berat untuk perbaikan jaringan irigasi Hasak I Tarutung yang jebol dua minggu yang lalu. Waspada/Parlin Hutasoit
UNTUK penanganan sementara, Pemkab Taput menurunkan alat berat untuk perbaikan jaringan irigasi Hasak I Tarutung yang jebol dua minggu yang lalu. Waspada/Parlin Hutasoit

TARUTUNG (Waspada): Irigasi Hasak I Kecamatan Tarutung yang jebol dua minggu lalu hingga kini belum ada perbaikan bahkan semakin parah, sehingga petani mengkuatirkan kekeringan mengancam ratusan hektar areal persawahan.

Jaringan irigasi Hasak I tersebut merupakan salah satu pemasok kebutuhan air bagi lahan pertanian yang tersebar di Tujuh Desa maupun Kelurahan di Kecamatan Tarutung.

Kondisinya semakin parah.

“Kami sangat kuatir. Entah kenapa pihak terkait belum juga memperbaikinya. Jika tidak ditangani segera kerusakan di titik bangunan Intake/pengambilan air akan memicu berkurangnya suplai air pada areal pertanian/persawahan seluas 300 Ha. Kami minta agar Instansi terkait segera memperbaikinya,” ujar Marin Hutagalung, 45, dan Marolop Hutasoit, 63, kepada Waspada, Sabtu (4/7) di Saitnihuta Tarutung.

Mereka menyebut, jebolnya jaringan irigasi tersebut, akibat kurangnya kualitas proyek bangunannya, yang dikerjakan dengan kondisi besaran air yang mengalir.

“Irigasi ini merupakan jaringan pemasok air terbesar ke areal persawahan petani. Kami sebagai petani sangat membutuhkan jaringan irigasi ini untuk mengairi areal persawahan. Untung saja saat ini masih dalam kondisi musim panen, sehingga belum memerlukan air,” ujar Marolop.

Namun begitu, sebut Marolop, dengan jebolnya irigasi Hasak I maka suplai air berkurang dan dikhawatirkan kolam ikan masyarakat akan kekurangan air.

Demikian juga tanaman lainnya Holtikultura seperti sayuran dan cabai yang saat ini sedang digalakkan untuk menjaga ketahan pangan masyarakat akibat dampak pandemi corona, ujarnya.

Untuk melakukan antisipasi dan penanganan sementara, tampak Pemkab Taput melalui Dinas PUPR Taput menurunkan alat berat.

“Bangunan intake tersebut sudah beberapa kali mengalami kerusakan karena belum pernah dibangun permanen, apalagi kemarin dihantam hujan cukup deras,” ungkap Kadis PUPR Ir Dalan Simanjuntak, Sabtu (4/7) kepada Waspada di Tarutung.

Dalan mengatakan, jaringan Irigasi Hasak I itu merupakan kewenangan Propinsi Sumatera Utara, sehingga APBD Taput tidak boleh digelontorkan.

“Namun begitu, kita tetap melaukan upaya karena yang terdampak petani kita. Atas instruksi Pak Bupati, kita akan dilakukan penanganan darurat dengan menurunkan alat berat Excavator dan memberikan keranjang bronjong kawat siap pakai,” ujarnya.

Dalan Simanjuntak mengatakan, telah meminta Kepala Desa untuk menggerakkan masyarakat bergotong royong pada hari Jumat hingga Sabtu.

“Akan ada gotong royong dilokasi itu untuk melakukan penanganan. Itu upaya yang kita lakukan menunggu usulan ke Propinsi realisasi,” katanya.

Dia menyebut, usulan ke Pempropsu yakni penanganan permanen dengan membangun bendungan.

“Sudah masuk dalam e-Musrenbang Propsu TA (Tahun Anggran) 2021 karena kewenangan Irigasi itu berada di tangan Provinsi. Sedangkan Pemkab Taput kembali akan menyurati Gubsu agar menjadi prioritas utama pada tahun 2021,” katanya. (a09)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2