Waspada
Waspada » Ingat, Pembakar Hutan Akan Dihukum 15 Tahun Penjara
Aceh Headlines

Ingat, Pembakar Hutan Akan Dihukum 15 Tahun Penjara

KAPOLRES Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro SIK MH. Waspada/M Ishak
KAPOLRES Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro SIK MH. Waspada/M Ishak

IDI (Waspada): Meningkatnya temperatur udara dan berkurangnya intensitas curah hujan dalam satu bulan terakhir menjadi tanda sebuah daerah akan memasuki musim kemarau.

Oleh karenanya masyarakat diminta agar terus menjaga lingkungan dengan cara tidak membuka lahan perkebunan dengan cara membakar.

“Jangan membuka lahan dengan cara membakar, karena akan berdampak terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jikapun dilakukan, maka kita akan menindak tegas sesuai ketentuan,” kata Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro, SIK, MH, didampingi Kabag Operasi AKP Salmidin, SE, kepada, Waspada, Minggu (28/2).

Untuk menjaga karhutla, Eko meminta warga harus tetap menjaga lingkungan, sehingga petani dan pekebun tidak membuka lahan dengan cara membakarnya, karena itu akan berpengaruh terhadap aktivitas kehidupan masyarakat, kesehatan, perkembangan ekonomi.

“Disaat terjadi kebakaran hutan, maka tentu akan menimbulkan kabut asap,” sebut kapolres.

Dia juga mengaku sudah menginstruksikan jajarannya untuk melakukan pemantauan, khususnya terkait Karhutla.

Kendati demikian, diminta peran semua pihak, baik tokoh masyarakat, pemerintah desa dan lainnya, agar ikut berperan dalam mengantisipasi Karhutlah.

Kapolres menegaskan, jika warga tetap melakukan pembakaran lahan tentunya akan dilakukan tindakan tegas dengan mengedepankan penegakan hukum.

“Undang-undang No 41/1999 tentang Kehutanan, dalam Pasal 78 ayat 3 disebutkan bahwa pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 15 tahun dan denda maksimal Rp5 miliar,” tegas Eko.

Lalu, dalam pasal 78 ayat 4 berbunyi pelaku pembakaran hutan dikenakan sanksi kurungan 5 tahun dengan denda maksimal Rp1,5 miliar.

Undang-undang No 18/2004 tentang Perkebunan, dimana Pasal 8 ayat 1 menyebutkan bahwa seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar, dikenakan sanksi kurungan 10 tahun dan denda maksimal Rp10 miliar.

Selain itu, Undang-undang No 32/2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, dimana dalam pasal 108 menyatakan seseorang yang sengaja membuka lahan dengan cara dibakar dikenakan sanksi minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun serta denda maksimal Rp10 miliar.

“Oleh karenanya, kami berharap tentunya tidak muncul karhutla, terutama di wilayah hukum Polres Aceh Timur. Tapi itu semua dapat terwujud dengan kerjasama dan peran serta baik TNI, Polri, pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat yang saling bekerja sama mencegah terjadinya Karhutla dengan melakukan sosialisasi dan pendekatan yang intens kepada masyarakat pemilik lahan agar tidak membakar lahannya,” demikian AKBP Eko Widiantoro. (b11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2