Waspada
Waspada » Indonesia Butuh Optimisme Menang Lawan Covid-19
Headlines Nusantara

Indonesia Butuh Optimisme Menang Lawan Covid-19

MENSOS Juliari P Batubara saat berdialog dengan media secara virtual, Jumat (12/6). Waspada/dianw
MENSOS Juliari P Batubara saat berdialog dengan media secara virtual, Jumat (12/6). Waspada/dianw

JAKARTA (Waspada): Di tengah kondisi pandemi Covid-19, narasi positif yang membangun optimisme publik sangat dibutuhkan. Menteri Sosial Juliari P. Batubara meyakini, optimisme dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, berkontribusi besar dalam upaya serius pemerintah menangani dampak pandemi Covid-19.

Hal itu menjadi poin penting yang disampaikan Juliari dalam bincang santai dengan wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Sosial (Forwasos) secara virtual, Jumat (12/6).

“Saya yakin media mampu menyajikan berita yang membangun optimisme. Optimisme apa, yakni optimis menjadi bangsa pemenang. Menang melawan Covid-19,” ujarnya” imbuh Juliari.

Dalam kesempatan itu Mensos Juliari Batubara didampingi Sekretaris Jenderal Hartono Laras, Dirjen Penanganan Fakir Miskin Asep Sasa Purnama, Dirjen Rehabilitasi Sosial Harry Hikmat, Dirjen Pemberdayaan Sosial Edi Suharto dan Inspektur Jenderal Dadang Iskandar beserta sejumlah pejabat Kemensos lainnya.

Dia melihat ada pihak yang membuat asumsi sendiri tentang kebijakan yang diambil pemerintah. Dengan membuat ukuran sendiri dan kemudian dibagikan ke media.

“Di tengah literasi media masyarakat kita yang masih rendah, berita semacam ini maka akan membangun pesimis bukan optimisme,” ujarnya.

Juliari mengakui, masih banyak kekurangan pemerintah, baik pusat maupun daerah dalam penanganan Covid-19 ini. Salah satunya terkait kekurangtepatan sasaran, kurangnya alokasi anggaran serta terbatasnya sumber daya manusia. Semuanya tentu memerlukan kritik membangun yang datang dari berbagai elemen dan disuarakan media.

“Tapi negara mana yang benar siap menghadapi pandemi ini? Mungkin ada, tapi awalnyapun mereka pasti kerepotan. Begitu juga negara kita. Bencana ini luar biasa dan unpredictable. Hal ini membuat pemerintah dihadapkan pada pilihan yang tidak mudah. Sementara sumber daya yang ada sangat terbatas baik anggaran, SDM, dan data. Namun kita diharuskan bertindak cepat. Akhirnya, pada implementasinya tidak bisa 100 persen,” ujarnya.

Kemensos sendiri telah diberi tugas sangat krusial terkait ketahanan sosial. Berbagai program bantuan sosial seperti bantuan sembako, bantuan sosial tunai dan penambahan jumlah penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH), telah dijalankan sepanjang penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Hal ini, lanjut Mensos Juliari, adalah bukti bahwa pemerintah sudah menunjukkan komitmen kuat dengan memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat yang terdampak. Dukungan fiskal untuk penanganan dampak Covid-19 pun ditingkatkan pemerintah.

Sampai saat ini, Juliari menyebutkan sudah tersalurkan berbagai bansos ke masyarakat sejumlah Rp62,7 triliun.(j02)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2