Waspada
Waspada » India Kewalahan Hadapi Covid-19
Headlines Internasional

India Kewalahan Hadapi Covid-19

Seorang pasien yang terinfeksi corona, Shayam Narayan, meninggal dan ditangisi oleh keluarganya di luar sebuah Puskesmas di New Delhi, India. Reuters

NEW DELHI, India (Waspada): India kewalahan diserang lonjakan kasus harian Covid-19 yang terus-menerus memecahkan rekor dunia. Kasus harian terus melonjak hingga menyebabkan pasokan oksigen dan ketersediaan tempat tidur di rumah sakit kian menipis.

Jumlah korban meninggal terus melonjak dan mencatatkan rekor 3.689 kematian pada Minggu, angka harian tertinggi sejak dimulainya pandemi virus Corona. Hingga Senin (3/5/2021) siang WIB, jumlah kematian di negara itu mencapai 218.959 orang.

Pihak berwenang melaporkan 392.488 kasus infeksi baru dalam waktu 24 jam sebelumnya sehingga total jumlah kasus menjadi 19.925.604. Rrumah sakit, kamar mayat, dan krematorium di India kewalahan seiring lebih dari 300.000 kasus baru setiap hari selama lebih dari 10 hari berturut-turut.

Banyak keluarga yang harus berjuang sendiri untuk mendapatkan obat-obatan dan oksigen. Banyak rumah sakit di New Delhi mulai mengalami kekurangan stok oksigen hampir dua pekan yang lalu.

Sedikitnya 12 pasien, termasuk seorang dokter, meninggal ketika rumah sakit terkemuka di ibu kota itu kehabisan oksigen pada Sabtu. Di luar rumah sakit, keluarga pasien yang tidak bisa mendapatkan tempat tidur di rumah sakit berjuang mati-matian untuk mendapatkan tabung oksigen portabel – kadang-kadang harus mengantre hingga 12 jam.

Beberapa rumah sakit besar di Delhi mengandalkan suplai oksigen harian tetapi mereka tidak mendapatkan jumlah yang cukup untuk cadangan jika terjadi keadaan darurat.

Seorang dokter menyebut situasinya menakutkan. Dia menjelaskan: “Setelah Anda menggunakan tangki utama Anda, tidak ada lagi yang dapat digunakan.” Situasinya lebih buruk lagi di rumah sakit-rumah sakit kecil yang tidak memiliki tangki penyimpanan dan harus mengandalkan tabung besar.

Reuters

Dr. Gautam Singh, yang mengelola rumah sakit Shri Ram Singh, mengatakan dia memiliki 50 tempat tidur untuk pasien Covid dan ruangan yang cukup untuk 16 pasien ICU. Namun dia tetap harus menolak pasien karena tidak ada jaminan akan ada pasokan oksigen.

Dia telah membuat sejumlah panggilan SOS dalam beberapa hari terakhir, dan mendapatkan oksigen tepat pada waktunya untuk menghindari bencana. “Ini pertempuran yang kami lakukan setiap hari,” katanya.

“Separuh dari staf rumah sakit saya turun ke jalan dengan membawa tabung untuk diisi setiap hari, pergi dari satu tempat ke tempat lain,” tuturnya. Sang dokter mengatakan kemungkinan pasien meninggal tanpa oksigen di rumah sakit membuatnya tidak bisa tidur.

“Saya harusnya berkonsentrasi untuk merawat pasien saya, dan bukannya mondar-mandir mendapatkan oksigen,” katanya. Pejabat federal mengatakan tidak ada kekurangan oksigen, tetapi tantangannya terletak pada transportasi.

Pengadilan di New Delhi akan mulai memberlakukan sanksi kepada para pejabat pemerintah yang gagal mengirimkan pasokan oksigen ke banyak rumah sakit usai angka kasus harian melonjak drastis beberapa waktu belakangan.

Sulitnya pemerintah mempertahankan stabilitas pasokan oksigen membuat beberapa otoritas rumah sakit meminta intervensi pengadilan di New Delhi. Mereka meminta pengadilan memberlakukan sanksi kepada para pejabat.

“Ini sudah melampaui batas. Cukup, cukup,” kata Pengadilan Tinggi Delhi sembari menambahkan akan mulai menghukum pejabat pemerintah jika pasokan oksigen yang dialokasikan ke rumah sakit tidak dikirim. “Kami tidak bisa membiarkan orang sekarat,” kata Hakim Vipin Sanghi dan Rekha Patil. (reuters/bbc/ap/m11)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2