Waspada
Waspada » Ibarat Ikan, Masyarakat Diharapkan Tidak Menjadi Asin
Headlines Medan

Ibarat Ikan, Masyarakat Diharapkan Tidak Menjadi Asin

MEDAN (Waspada): Masyarakat Sumut diharapkan bisa mengubah prilakunya, agar tidak tertular virus Corona.

Diibaratkan seperti ikan di laut yang tidak menjadi asin walupun hidup dalam air asin bergaram.

Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut Whiko Irwan, di Media Centre GTPP Sumut, Kantor Gubsu, Rabu (15/7).

Disebutkan Whiko, pandemi Covid-19 kemungkinan tidak akan hilang dalam waktu dekat.

Sedangkan bagi orang dengan penyakit penyerta dan lanjut usia (Lansia), Covid-19 menimbulkan dampak yang buruk.

Selain kesehatan, aspek ekonomi, sosial dan budaya juga sangat berdampak.

Oleh sebab itu, diperlukan adaptasi untuk dapat bertahan dalam pandemi ini.

Kata Whiho, adaptasi yang kita butuhkan adalah mengubah perilaku kebiasaan kita agar kita tidak tertular virus Corona.

‘’Kita ibarat hidup di dalam kolam Corona. Paten sekali bila kita sampai saat ini terbebas dari penularan virus Corona,’’ katanya.

Diibaratkan ikan yang hidup di laut, kata Whiko, masyarakat diharapkan tidak menjadi asin walaupun hidup dalam air asin bergaram.

‘’Makanya, disiplinlah mengikuti protokol kesehatan,’’ ujarnya.

Menurut Whiko bahwa adaptasi kebiasaan baru mutlak dilakukan masyarakat.

Karena kita diharuskan juga untuk melakukan aktivitas di masa pandemi Covid-19 ini.

Penerapan kebiasaan baru tersebut di antaranya menggunakan masker pelindung hidung dan mulut, menjaga jarak interaksi 1-2 meter, sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menghindari kerumunan orang.

Adaptasi yang dibutuhkan, bukan berarti menghindari tempat tinggal untuk pindah ke tempat baru yang bebas Covid-19.

Bukan juga mengurung diri terus menerus agar tidak terpapar virus ini.

Kata Whiko, walaupun kita hidup di tengah pandemi Covid-19, tapi kita harus tetap dapat hidup, beraktivitas, mencari nafkah, refreshing, beribadah dan belajar dengan menerapkan kebiasaan baru.

Yakni protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

‘’Itulah Adaptasi Kebiasaan Baru yang dimaksudkan pemerintah untuk diterapkan masyarakat, instansi dan pelaku usaha, dalam aktivitasnya sehari-hari,” katanya. (m07)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2