Houthi Eksekusi 9 Warga Sipil Yaman, Termasuk Seorang Anak - Waspada

Houthi Eksekusi 9 Warga Sipil Yaman, Termasuk Seorang Anak

  • Bagikan
Polisi mengevakuasi jenazah seorang pria di Alun-alun Tahrir, Sana’a, Yaman, pada Sabtu (18/9/2021), yang diduga terlibat pembunuhan pejabat senior Houthi Saleh al-Samad. Pemberontak Houthi menyatakan telah mengesekusi mati 9 orang atas keterlibatan mereka dalam pembunuhan al-Samad. AP

     SANA’A, Yaman (Waspada): Kelompok Houthi mengeksekusi mati 9 warga sipil termasuk satu anak di bawah umur 17 tahun. Menteri Informasi Yaman, Moammar al-Eryani menyatakan, tindakan Houthi itu harus dianggap sebagai kejahatan teroris.

     Kesembilan warga sipil yang dieksekusi itu berasal dari Hodeidah. “Pembantaian ini adalah eskalasi yang mengingatkan eksekusi yang dilakukan para mullah Iran terhadap lawan-lawannya, dan peluncuran pembunuhan massal terhadap penentang kudetanya,” kata al-Eryani, dalam cuitannya di Twitter, Sabtu (18/9/2021). 

                                             

     “Serta penggunaan peradilan di bawah kendalinya sebagai alat untuk menyelesaikan skor politiknya meneror para politisi, media, dan jurnalis lawannya,” ujarnya menambahkan.

     Milisi Houthi Yaman yang didukung Iran menyatakan pada Sabtu bahwa pihak berwenang mereka telah mengeksekusi mati sembilan orang yang dituduh terlibat dalam pembunuhan Saleh al-Samad pada 2018. Al-Samad saat itu adalah pemimpin sipil utama di Houthi.

     Samad memegang jabatan presiden dalam pemerintahan yang dikendalikan Houthi yang menguasai sebagian besar Yaman Utara. Dia tewas pada April 2018 oleh serangan udara Koalisi Arab di Kota Hodeidah di pantai barat Yaman.

     “Kami menegaskan bahwa kejahatan mengerikan yang dilakukan oleh teroris milisi Houthi terhadap warga sipil di dan pembunuhan berdarah dingin terhadap 9 warga sipil, tidak akan tunduk pada undang-undang pembatasan dan tidak dihukum, dan bahwa semua pemimpin milisi & elemen yang terlibat di dalamnya akan dibawa ke pengadilan segera,” kata al-Eryani.

     Dia menuturkan, kejahatan Houthi tidak kalah berdarah dan keji dari al-Qaeda dan ISIS. Sayangnya, dunia internasional mulai dari PBB dan Amerika Serikat malah diam membiarkan kekejaman kelompok yang didukung Iran itu. (afp/m11)

  • Bagikan