Waspada
Waspada » Harimau Sumatera Ditangkap Di Tapsel
Headlines Medan

Harimau Sumatera Ditangkap Di Tapsel

KEPALA BBKDSA Sumut, Hotmauli Sianturi memberikan keterangan kepada wartawan soal penangkapan harimau Sumatera di Tapsel, Senin (31/8). Waspada/Surya Efendi
KEPALA BBKDSA Sumut, Hotmauli Sianturi memberikan keterangan kepada wartawan soal penangkapan harimau Sumatera di Tapsel, Senin (31/8). Waspada/Surya Efendi

MEDAN (Waspada): Seekor harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatae) ditangkap di Desa Tapus Sipagimbal, Aek Bilah, Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara.

Si raja hutan tersebut ditangkap tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara (Sumut) karena kerap memangsa hewan ternak warga.

‘’Saat penangkapan tim kami membuat jebakan pada Sabtu (22/8) lalu dan terperangkap, Senin (24/8),’’ ujar Kepala BBKDSA Sumut, Hotmauli Sianturi.

Kepada wartawan di kantor Jalan Sisingamangaraja Medan, Senin (31/8) Hotmauli menyebutkan timnya melakukan evakuasi dan observasi ke Sanctuary Harimau Barumun Nagari untuk pengecekan kondisi kesehatannya.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui harimau Sumatera tersebut berjenis kelamin betina dengan umur sekitar 2-3 tahun dan berat 45,2 kg.

Secara umum, kata Hotmauli, kondisi harimau tersebut sehat, namun mengalami malnutrisi hingga tubuhnya terlihat agak kurus lantaran tidak mendapatkan pakan yang cukup.

“Harimau juga mengalami dehidrasi dan anemia yang mengakibatkan kondisinya terlihat lemah. Selain itu banyak ditemukan parasit eksternal (kutu) pada tubuhnya,’’ ucapnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan kimia, darah harimau Sumatera menunjukkan adanya gangguan fungsi hati.

‘’Namun tim medis belum bisa memastikan apakah gangguan hati ini bersifat akut atau kronis. Sampai saat ini masih dalam observasi tim medis,’’ tuturnya.

Hotmauli menambahkan, pemeriksaan kesehatan lanjutan perlu dilakukan untuk melihat perkembangan kondisinya pasca pengobatan pertama, terutama pemeriksaan fungsi hati dengan melakukan pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium nantinya.

Langkah selanjutnya, BBKSDA akan terus melakukan monitor berkaitan dengan nafsu makan, agresivitas serta pergerakannya.

“Apabila hasil pemeriksaan akhir nantinya menyatakan bahwa kondisi harimau tersebut dalam keadaan sehat serta direkomendasikan layak untuk dilepasliarkan ke habitat alaminya,’’ jelas Hotmauli.

Sebelum menangkap harimau tersebut, tim BBKSDA Sumut menerima sejumlah laporan tentang konflik antara satwa liar tersebut dengan penduduk desa sejak Mei 2020.

BKSDA menerima informasi dari masyarakat soal harimau Sumatera tersebut memangsa seekor anjing, ular serta ternak warga di sekitar pemukiman penduduk.

“Kemudian pada Sabtu, 15 Agustus 2020, kembali harimau memangsa ternak warga yakni seekor kambing di dekat permukiman warga,” ujarnya.

Karena hampir setiap hari masuk ke permukiman warga, BBKSDA bersama petugas koramil, kecamatan dan masyarakat memasang perangkap untuk mengevakuasi harimau dari permukiman warga.

Mengenai penyebab harimau masuk ke permukiman pendukuk hingga kini masih diselidiki BBKSDA.

Kata Hotmauli, ada banyak faktor mulai dari pembukaan lahan hutan ataupun harimau itu sedang belajar berburu.

“Masih kita dalami, kita juga harus lihat kawasan hutan dia, apakah ada aktivitas yang terlalu mengganggu apakah ada suara sinso (pemotong kayu), pembukaan ladang baru atau apa. Memamg harus dilakukan survei di kawasan hutan,’’ tutup Hotmauli. (m29)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2