Waspada
Waspada » Harimau Kembali Mengganas Di Aceh Singkil
Aceh Headlines

Harimau Kembali Mengganas Di Aceh Singkil

BKSDA bersama masyarakat TNI dan Polisi bersenjata lengkap menyisiri lokasi penemuan ternak mati, berusaha menghalau harimau, Kamis (18/6). Waspada/Ist
BKSDA bersama masyarakat TNI dan Polisi bersenjata lengkap menyisiri lokasi penemuan ternak mati, berusaha menghalau harimau, Kamis (18/6). Waspada/Ist

SINGKIL (Waspada): Harimau kembali mengganas memangsa ternak warga, di Desa Ketangkuhan, Kec. Suro Aceh Singkil.

Pemilik ternak, Ruman Berutu, dikonfirmasi Waspada di Desa Siompi, Jumat (19/6) mengatakan, empat ekor sapi miliknya diterkam harimau, Kamis lalu.

“Tiga ekor sudah mati, dan seekor lagi masih hidup dan sempat disembelih,” kata Ruman.

Katanya, saat ini warga takut pergi ke kebun.

Lantaran khawatir harimau masih berada sekitaran lokasi tersebut.

Padahal tanaman sawit, padi dan sayur harus segera dipanen dan bisa dipasarkan, untuk kebutuhan hidup petani di sana.

Namun kini warga takut turun ke kebun.

Warga berharap agar pemerintah bisa segera melakukan evakuasi satwa liar tersebut yang berada sekira 5 kilometer dari pemukiman warga agar mereka bisa segera kembali beraktivitas.

Terpisah, Kepala Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Wil.

Resort 18 Singkil Sutino mengatakan, merespon konflik warga dengan harimau, pihaknya telah melakukan pengusiran dan menghalau satwa liar tersebut dengan meledakkan petasan berkali-kali.

BKSDA juga sudah turun langsung bersama Camat Suro, Polsek Suro, Babinsa Ketangkuhan, Babinsa Sulampi dan masyarakat setempat.

Sekaligus mensosialisasikan terkait mitigasi konflik satwa liar kepada masyarakat.

Lokasi sapi mati masuk administrasi Desa Sulampi, Kec. Suro, Kab. Aceh Singkil.

Lokasi berada sekitar 5 kilometer dari pemukiman penduduk kawasan perkebunan masyarakat di seberang sungai.

“Hasil di lapangan tim melihat dua ekor sapi yang sudah mati dibunuh harimau dan seekor anak sapi yang sudah dimakan harimau hanya tinggal sisa yaitu bagian kaki, sementara seekor lagi masih sempat disembelih,” katanya.

Sutino menyebutkan, kemungkinan penyebab harimau keluar dari populasinya lantaran kawasan hutan hunian satwa liar mulai menyempit.

Lantaran saat ini sebagian hutan di sana sudah beralih fungsi menjadi tanaman sawit.

Disebutkannya, lokasi itu merupakan hutan lindung dan kawasan hutan produktif. (b25)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2