Waspada
Waspada » Hari Musik Nasional, PAPPRI Nunggu Dukungan Wali Kota Ciptakan Barometer Musik Medan
Headlines Hiburan

Hari Musik Nasional, PAPPRI Nunggu Dukungan Wali Kota Ciptakan Barometer Musik Medan

Beng Handoko (tengah) bersama musisi Medan lainnya

Waspada – Banyak cara dilakukan para musisi dalam  merayakan Hari Musik Nasional  diperingati setiap tanggal 9 Maret.

Bahkan   Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin
Uno pun mengapresiasi kegiatan “Big Bang Indonesia”  digagas  Komunitas Silverian 86  memperingati Hari Musik Nasional.

Tak cuma itu,  Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Fadjroel Rachman juga menyimak “obrolan” beberapa musisi, duta besar dan tokoh pers mengenai Hari Musik Nasional dan perkembangan vaksin di Indonesia.

Beberapa musisi  hadir dalam obrolan virtual bertajuk “World Vaccine Update” itu antara lain Addie MS, Vina Panduwinata, Claudia Emmanuela Santoso (The Voice of Germany 2019), Donny Hardono (Konser 7 Ruang), Edo Kondologit, Erens F. Mangalo, Harry Sabar, Omen Norman Sentani (OM PSP), Dharma Oratmangun, Steve & Coconut Treez, Stave Tuwaidan, Gatut Suryo (ASKOMIK), dan James F. Sundah selaku penyelenggara acara.

Dan sejumlah penyanyi maupun  musisi Medan  meramaikan Hari Musik 2021 ini dengan berbagi perasaan setahun tanpa manggung akibat Pandemi Covid-19 dengan berbagi foto lewat grup WhatsApp diselingi kiasan kata cukup menyentuh seperti diutarakan Rizki Anshari Batubara personel grup band Claira ia berharap ‘Semoga Covid-19 segera berlalu, agar perindustrian musik bisa hidup kembali”.

Jan Joe personel Joe Station Band berujar ‘Jaya terus permusikan nusantara dan semoga bisa berpanggung ria kembali, dan tetap saling support…blues is good for you beibeh’, ucapnya.

E.Simbolon anggota band Takasima Blues berharap ‘Corona cepat berlalu, supaya kita bebas untuk berkesenian dan menggelar konser khusus Blues di Sumatera Utara.

Komentar lain juga disampaikan Sinyo Maulana anggota band Grand Son berujar ‘Maju terus industri musik Indonesia dan semoga tetap pada derajat tertinggi. Dan Eko Dewo ‘Red_Konspirasi’
mengucapkan  #selamatharimusiknasional.

Bang Ofal-Gentamin (Generasi Tanpa Micin) Band berkomentar ‘Semoga musisi Indonesia bisa lebih sejahtera’,

Dan Winda Mey-Cleopatra Band berucap ‘Dengan musik kita sehat dan berkarakter. Semoga musik bisa membuat kita lebih sejahtera lagi dan lebih solidaritas. Musik adalah dasar hidup, tanpa disadari hidup kita bergelombang, datar ataupun tinggi dan rendah seperti irama musik. Teruslah semangat bersama musik’.

Dan Imam alias Qibo mantan bassit band Witness pernah berjaya di era sembilan puluhan sekarang bergabung  bersama Sunset Bluesbite menuliskan harapannya di Hari Musik tahun ini hendaknya  perkembangan musik di Medan lebih baik lagi dan jadilah diri sendiri dalam bermusik, buatlah jejak historis yang bermanfaat untuk kemajuan panggung musik di Medan.

Sayed Faisal Hussein SH, MH

Secara khusus Ketua DPC PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia) Kota Medan Sayed Faisal Hussein SH, MH juga menyebutkan, dengan adanya Hari Musik Nasional diperingati setiap  tanggal 9 Maret, kita jadi mengingat dan memikirkan ‘man behind’nya. Katanya, ingat musik, kita mengingat pekerja seni yang menciptakan nada serta musik tersebut.

Sudah selayaknya pemerintah memberikan perhatian khusus bagi pekerja seni yang mengisi keindahan memori  dan  hari-hari  kita dengan musik mereka.

Perhatian kepada karya cipta musik mereka dan mendukung sepenuhnya pekerjaan mereka dalam mentransfer energy positif dari musik kepada kehidupan
kita.

Pentolan grup musik cadas Produksi Dendam ini menambahkan, tanpa musik, hidup kita tak akan indah, tanpa nada semua terasa menyeramkan, tanpa pekerja seni, musik juga tak akan ada.
Selamat hari musik nasional, dukung musisi Indonesia untuk tetap berkarya, sehingga musik Indonesia dapat berjaya di dunia.

PAPPRI Medan juga sangat menantikan dukungan  Wali Kota baru kita untuk bisa bersinergi membangun dan menciptakan barometer musik Medan di masa depan dan mendukung terciptanya industri musik yang bermanfaat untuk mengedukasi masyarakat tentang aset  berkualitas musisi-musisi Medan.

Beng Handoko selaku Sekjen PAPPRI Medan  pentolan grup band Sunset Bluesbite juga menaungi Medan Blues Society (MBS) ikut nimbrung menuliskan kesan-kesannya soal Hari Musik Nasional ini dengan menyebutkan, Medan sebagai kota Metropolitan menuju Megapolitan sudah selayaknya memiliki tempat atau gedung pertunjukan yang bisa mengakomodir kegiatan eksebisi, pameran karya seni, dan juga konser musik dengan standar internasional dan representatif.

Dan juga sudah selayaknya Medan memiliki industri musik dengan standart ‘special khas Medan’, sebab karya-karya musik para musisi Medan memiliki kadar idealisme yang tinggi dan sangat berbeda dengan standar industri yang selama ini kita kenal dengan istilah standar industri musik nasional yang cenderung mengarahkan telinga pendengar musik kearah musik populer atau Pop.

Medan memiliki begitu banyak ragam jenis karya musik, beberapa karya musik anak Medan justru sudah terbukti disukai di mancanegara.

Itu artinya sudah saatnya kita berhenti menggunakan standar nasional untuk  mengakomodir karya musisi Medan, dan mulai memikirkan untuk memiliki standar
barometer ‘Medan Punya’.

Istilah ‘selera pasar’ yang selama ini kita dengar, terlalu dimonopoli dan di dominasi oleh selera sekelompok orang yang kebetulan punya power mengatur distribusi musik di Indonesia.

Saat ini era globalisasi sudah sangat terbuka, selera pasar adalah milik seluruh dunia, kenapa takut musik kita tak laku di nasional kalo toh mungkin justru peminatnya ada di luar Indonesia.

Ia berharap teruslah berkarya musisi Medan, berkarya lah dengan sebenar-benarnya idealisme bermusikmu, ide dan inspirasi datangnya dari Tuhan. Lepaskan apa pun yang bakal menjadi hasil akhirnya.

Kesuksesan adalah milik orang-orang yang terus berusaha. Selamat Hari Musik Nasional 2021. Maju terus musik Indonesia’ (t.junaidi)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2