Waspada
Waspada » Harga Ikan Basah Melonjak Lebaran Idul Fitri 1442 H
Headlines Sumut

Harga Ikan Basah Melonjak Lebaran Idul Fitri 1442 H

Silaturrahmi Nelayan Tetap Terjalin

TAMPAK pedagang sedang memilih ikan dari boat/sampan pengusaha hasil laut di Pelabuhan Tanjungtiram, Batubara. Waspada/Iwan Has
TAMPAK pedagang sedang memilih ikan dari boat/sampan pengusaha hasil laut di Pelabuhan Tanjungtiram, Batubara. Waspada/Iwan Has

 

BATUBARA (Waspada): Harga ikan basah Lebaran Idul Fittri 1442 H Tahun 2021 di pasaran Kecamatan Tanjungtiram, Kabupaten Batubara melambung 50 hingga 100 persen perkilogram.

Sebab nelayan belum sepenuhnya melaut melakukan penangkapan, sehingga berdampak berkurangnya pasokan ikan basah.

“Ini aja ikan tangkapan nelayan asal Kuala Baganbatak, Kecamatan Nibung Hangus, dua lebaran kemarin sudah ada turun melaut,” sebut Anwar seorang pedagang ikan basah di sela melayani konsumen berbelanja ikan diatas beca motornya di pasar Jalan Nelayan Tanjungtiram, Sabtu (15/5).

Dia mengaku memasokan ikan dari Baganbatak sebab stok ikan kurang untuk memenuhi permintaan pasar karena nelayan belum seluruh beraktivitas melaut, sehingga harga ikan  mengalami kenaikan.

Seperti harga ikan gembung ukuran sedang ke bawah biasanya, Rp8000 hingga Rp10000/kg, kini mencapai Rp15000/kg.

Kendati harga ikan basah naik, tidak menyurutkan warga untuk membeli mengkonsumsi ikan yang mengandung zat protein sebagai lauk pauk santapan keluarga sehari-hari dengan membeli dalam jumlah bervariasi.

“Saya cukup membeli satu kilogram ikan. Ini pun belum tentu habis dimasak dan bisa saja bertahan hingga dua hari kedepan menyimpan mendinginkan dalam lemari es agar kondisinya tetap terjaga tidak busuk,” ujar ibu Yani warga Labuhan Ruku.

Beda lagi dijelaskan ibu lainnya, mereka memilih belanja telur ayam dan daging untuk dikonsumsi keluarga sejak lebaran.

Menurutnya tiga atau sepekan lebaran sebagaimana tahun lalu  nelayan sudah kembali melaut seperti biasa melakukan penangkapan ikan.

Tetap terjalin

Syahrul seorang nelayan jaring gembung di Kuala Batubara perairan Kecamatan Tanjungtiram mengaku mereka belum sepenuhnya melaut karena suasana lebaran dan berdiam di rumah bersama keluarga sambil bersilaturrahmi saling kunjung mengunjungi antar sesama, walau di tengah kondisi pandemi Covid-19 masih melanda tanah air, khususnya di Kab Batubara dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) menggunakan masker, sering mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Ya silaturrahmi tetap terus terjalin dengan menerapkan prokes sebagai upaya mengantasipasi penyebaran virus di tengah pandemi Covid-19 saat ini,” ujar Heri nelayan lainnya. (a18)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2