Waspada
Waspada » Hakim Bebaskan Terdakwa Pemalsuan Surat Tanah
Headlines

Hakim Bebaskan Terdakwa Pemalsuan Surat Tanah

TERDAKWA Apriliani saat bersidang di PN Medan. Waspada/Rama Andriawan
TERDAKWA Apriliani saat bersidang di PN Medan. Waspada/Rama Andriawan

MEDAN (Waspada): Majelis hakim yang diketuai Tengku Oyong memvonis bebaskan terdakwa pemalsuan surat tanah Apriliani warga Jl Marelan Kel Rengas Kec Medan Marelan.

Terdakwa wanita 29 tahun yang hakim bebaskan itu dinyatakan tidak terbukti memberikan keterangan palsu pada kasus pemalsuan surat penjualan tanah seluas 2.349M2.

“Mengadili, menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah melakukan perbuatan sesuai Pasal 263 ayat (1) KUHPidana,” kata T. Oyong di ruang Cakra VII Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (11/2) sore

“Namun, majelis hakim berpendapat bahwa terdakwa terbukti melakukan perbuatan. Tapi perbuatan tersebut bukan tindak pidana,”sambung hakim.

Jaksa penuntut umum (JPU) Randi Tambunan yang sebelumnya menuntut Apriliani dengan hukuman 2 tahun penjara, langsung mengajukan kasasi. “Kami kasasi majelis,” tandas Randi Tambunan.

Dalam persidangan itu, hakim Tengku Oyong hanya membaca amar putusan saja tanpa disertai dengan pertimbangan. “Kata majelis hakim putusannya sudah lengkap, tapi karena tahanan yang akan disidang masih banyak dan sudah sore, makanya hakim hanya membaca amar putusan saja,”kata Randi Tambunan.

Hal itu membuat korban terlihat kecewa atas putusan hakim yang menyebutkan tidak ada perbuatan pidana dalam perkara itu.

“Padahal, dari keterangan saksi dan pengakuan terdakwa sendiri sudah jelas bahwa ada pemalsuan data autentik. Ini sangat aneh, apalagi hakim dalam membacakan putusan hanya sebatas amar nya saja, tidak secara lengkap membacakan seluruh pertimbangan hukumnya. Kita menduga ada sesuatu dibalik putusan itu,” kata Akhyar, kuasa hukum korban.

Dalam dakwaan JPU Randi Tambunan, bermula NG Giok Lan selaku ibu kandung terdakwa Apriliani mempunyai warisan tanah terletak di Jl. Pancing II Lk II Kel. Besar d/h Kampung Besar Kec. Medan Labuhan seluas 14.910 M2.

Kemudian, pada 17 Maret 2014 bertempat di Kantor Notaris dan PPAT Nuriljani Iljas SH, terdakwa Apriliani menjual tanah tersebut berdasarkan Akta No. 20 kepada Lo Ah Hong seharga Rp8.585.500.000, dengan dasar Surat Keterangan Hak Warisan Ahli Waris Kelas Satu No: 12/NI/N-SKHW/III/2014 tanggal 17 Maret 2014 bertalian dengan SK No. 470/971/RP-II/2014 tanggal 19 Februari 2014.

Kronologis

Ternyata, sebelumnya tanah tersebut telah dijual Nyonya Djoe Ho/Ny Yap Kim Kiok (nenek terdakwa) kepada Mochtar Daud pada tahun 1977 di hadapan notaris Rachmat Sentosa SH.

Mendengar informasi tersebut saksi korban, Anto dan Lina merasa keberatan tanah yang dijual terdakwa Apriliani. Karena tanah yang terletak di Jl.Pancing II Lk II Kel. Besar d/h Kampung Besar Kec. Medan Labuhan Kota Medan tersebut merupakan milik Anto dan Lina dengan SHM No. 4852 seluas 2.349 M2. Akibat perbuatan terdakwa, Anto dan Lina merasa keberatan dan melaporkan kasus ini ke Polda Sumut. (Cra)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2