Waspada
Waspada » Gudang Kargo Resahkan Warga Danau Siombak
Headlines

Gudang Kargo Resahkan Warga Danau Siombak

LAHAN gudang kargo yang tergenang air dan berlumpur di samping Komplek Nippon Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan, Minggu (2/2). Tanah berlumpur yang menempel di ban-ban truk berceceran di sepanjang Jl. Takenaka dan Jl. Pasar Nippon Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan. Waspada/Andi Aria Tirtayasa
LAHAN gudang kargo yang tergenang air dan berlumpur di samping Komplek Nippon Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan, Minggu (2/2). Tanah berlumpur yang menempel di ban-ban truk berceceran di sepanjang Jl. Takenaka dan Jl. Pasar Nippon Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan. Waspada/Andi Aria Tirtayasa

MEDAN (Waspada): Keberadaan gudang kargo resahkan warga yang bermukim di Jl Takenaka dan Jl Pasar Nippon Kelurahan Labuhandeli dan Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan, Minggu (2/2) di Jl Pasar Nippon menuju kawasan objek wisata Danau Siombak.

Pasalnya, truk-truk yang keluar masuk dari gudang kargo yang resahkan warga tersebut acap membawa tanah berlumpur yang menempel di ban-ban truk sehingga tanah tersebut berceceran di sepanjang Jl Takenaka dan Jl.Pasar Nippon menuju Danau Siombak.

Selain membuat badan jalan jorok dan dipenuhi tanah-tanah berlumpur, menjelang siang keberadaan tanah lumpur tersebut menimbulkan debu-debu yang berterbangan masuk ke rumah-rumah dan warung warga.

Dikhawatirkan, debu-debu yang setiap hari dihirup oleh para pengendara kendaraan bermotor roda dua dan warga sekitarnya akan terjangkiti penyakit saluran pernafasan atas (ISPA) sehingga Muspika Medan Marelan secepatnya merespon keluhan warganya.

Tokoh masyarakat Jl. Nippon, Haji Suratman, 60, menyebutkan, warga sudah berkali-kali mendatangi pihak pemilik gudang dan melaporkan masalah ini ke kantor Lurah Paya Pasir dan Labuhandeli namun sampai sekarang tidak ada realisasi dan tindakannya.

“Sudah berkali-kali keluhan masyarakat disampaikan kepada pihak gudang dan lurah namun sampai sekarang tidak ada realisasinya. Bahkan pihak pengusaha gudang selalu membandal seolah-olah kebal hukum,” ujar Suratman kepada Waspada, Minggu (2/2).

Suratman menambahkan, ruas Jl. Takenaka dan Jl. Pasar Nippon merupakan akses keluar masuk bagi para pengunjung objek wisata Danau Siombak. Saat hari libur, ratusan wisatawan lokal melintasi ruas jalan yang berdebu itu.

“Jadi, kami berharap agar pihak pengusaha kargo memasang batu paving block atau corn block di seluruh areal dalam gudang agar tidak becek dan berlumpur sehingga ruas jalan di dekat Komplek Nippon dan warga sekitar bersih tanpa adanya debu-debu yang berterbangan. Apalagi sekarang ini musim hujan, gudang langsung terendam genangan air,” harap Suratman.

Ingkar janji

Suratman juga menyesalkan sikap pihak pengusaha gudang yang ingkar janji karena tidak membuat drainase di depan gudangnya.

“Pihak pemilik gudang pernah berjanji akan membuat saluran drainase namun janji itu tidak pernah dipenuhinya dan ingkar janji sehingga Jl. Takenaka dan Jl. Pasar Nippon selalu banjir dan tergenang air saat hujan deras turun,” sesal Suratman.

Suratman berharap agar Muspika Medan Marelan meninjau lokasi gudang kargo yang lahan tanahnya tergenang air dan berlumpur.

Truk-truk yang keluar dari gudang akan membawa tanah berlumpur yang menempel di ban-ban truk dan berceceran di badan jalan.

“Muspika Medan Marelan harus segera meninjau lokasi gudang sekaligus memberi tindakan kepada pengusaha kargo karena meresahkan masyarakat sekaligus mencegah keresahan berkepanjangan di tengah-tengah masyarakat. Jangan sampai masyarakat marah dan melakukan aksi demo,” ketus Suratman. (h04)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2