Gubernur Dan Forkopimda Aceh Shalat Ied Di Masjid Raya Baiturrahman

  • Bagikan
GUBERNUR Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT beserta Forkopimda Aceh saat melaksanakan Shalat Idul Fitri 1443 H di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Senin, (2/5). Waspada/Zafrullah
GUBERNUR Aceh, Ir H Nova Iriansyah MT beserta Forkopimda Aceh saat melaksanakan Shalat Idul Fitri 1443 H di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, Senin, (2/5). Waspada/Zafrullah

BANDA ACEH (Waspada): Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dan Istri Dyah Erti Idawati, bersama Forkopimda Aceh melaksanakan Shalat Idul Fitri di Masjid Raya Baiturrahman. Sementara Sekda Aceh, Taqwallah dan Istri Safrida Yuliani melaksanakan Shalat Idul Fitri di Masjid Al-Badar Gampong Kota Baru, Senin (2/5).

Di Masjid Raya Baiturrahman Tgk Miswar Muhammad bertindak sebagai Imam dan Prof Syahrizal Abbas bertindak sebagai Khatib.

Dalam khutbahnya berjudul Reaktualisasi Nilai Fitrah dalam Kehidupan Manusia, Prof Syahrizal mengajak seluruh jama’ah Shalat Ied untuk selalu bersyukur. Hal ini sesuai dengan firman Allah yang termaktub dalam Al-Qur’an, tepatnya pada Surat Ibrahim ayat 7, yang artinya:

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat pedih,” katanya mengutip ayat Al-Quran.

Tokoh yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Syariat Islam Aceh itu juga mengajak para jama’ah untuk kembali merenungkan tiga pesan Rasulullah yang harus dilakukan pada Hari Raya Idul Fitri, yaitu anjuran untuk mengulurkan tangan, saling memaafkan.

“Pemaafan yang kita lakukan haruslah semata-mata karena Allah dan rasa ikhlas yang muncul dari hati sanubari yang paling dalam,” ujar Prof Syahrizal.

Selanjutnya, Rasulullah juga berpesan agar setiap muslim kembali merajut dan mempererat silaturrahmi. Saling mengunjungi dan saling berkomunikasi karena silaturrahmi akan memperkuat ukhuwah Islamiyah.

“Terakhir, Rasulullah juga berpesan agar pada Hari Raya setiap kita dianjurkan untuk mengunjungi orangtua dan meminta maaf dan ampunan atas segala salah dan khilaf. Jika sudah berbulang, maka ziarahilah kuburnya dan panjatkan do’a-do’a terbaik pada Allah sang Maha Kuasa. Insya Allah, amal ibadah kita selama Ramadhan diterima oleh Allah.”

“Mari kita berdo’a agar Allah menempatkan kita dalam golongan orang-orang yang bersih jiwa dan bening hati. Dan Allah memberikan kemurahan dengan memberi kesempatan pada kita untuk dapat bertemu lagi dengan Bulan Suci Ramadhan di tahun mendatang,” pungkas Prof Syahrizal. (b03)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.