Waspada
Waspada » Gonzalez Tangkis Tuduhan Rasis Neymar
Headlines Olahraga

Gonzalez Tangkis Tuduhan Rasis Neymar

Getty Images

PARIS (Waspada): Bek Olympique Marseille Alvaro Gonzalez (foto kanan), menangkis telah melakukan aksi rasisme sebagaimana dituduhkan bomber Paris Saint-Germain Neymar Junior (foto kiri) terhadap dirinya.

“Tidak ada tempat untuk rasisme. Ini suatu karier yang bersih dengan banyak rekan satu tim dan teman setiap hari,” tegas Gonzalez, seperti dikutip dari Goal, Senin (14/9).

Gonzales coba membela diri setelah Neymar melancarkan tuduhan itu melalui akun Twitter, menyusul insiden keributan saat tuan rumah PSG dipecundangi Marseille 0-1 pada journee 3 Ligue 1 Prancis.

“Terkadang, Anda harus belajar bagaimana merasakan kekalahan dan menerimanya di lapangan,” sindir bek sentral berumur 30 tahun asal Spanyol tersebut.

Laga bertajuk El Clasico di Parc des Princes, Paris, Minggu (Senin WIB) itu,

dirusak perkelahian massal di akhir pertandingan hingga membuat lima pemain mendapatkan kartu merah.

Selain Neymar, gelandang Leandro Paredes dan bek Layvin Kurzawa dari PSG juga diusir wasit Jerome Brisard keluar lapangan. Di kubu OM, bek Jordan Amavi dan gelandang Dario Benedetto yang kena kartu merah.

Neymar pemain terakhir yang diusir lapangan karena menampar bagian belakang kepala Gonzalez. Dia menuduh mantan bek Espanyol dan Real Zaragoza itu mengeluarkan perkataan rasisme saat dirinya meninggalkan lapangan.

“Satu-satunya penyesalan saya adalah tidak memukul wajah si bajingan itu. VAR menangkap kejadian itu dengan mudah,” tutur Neymar.

“Sekarang saya ingin melihat gambar rasial yang memanggil saya “monyet”. Saya mau lihat itu,” tuduh mantan bomber Barcelona tersebut.

Juara bertahan Les Parisiens berarti telah kalah dalam dua laga pertamanya di musim baru Ligue 1, ini pertama kalinya sejak 1984/1985. PSG asuhan Thomas Tuchel sebelumnya kalah 0-1 melawan Lens pada 10 September.

Bela Gonzalez

Pelatih Marseille Andre Villas-Boas membela Gonzalez, bahkan menuduh winger PSG Angel Di Maria meludahi salah satu pemainnya.

“Saya tidak berpikir demikian, karena Alvaro adalah pemain berpengalaman. Tidak ada ruang untuk rasisme dalam sepakbola, tetapi saya tidak berpikir Dia melakukannya,” tegas Villas-Boas.

“Neymar sedikit kesal dengan situasi ini di akhir laga. Kami juga tahu Di Maria meludahi salah satu pemain kami. Ini El Clasico dan kami harus mengingat kemenangan bersejarah ini untuk Marseille.” papar pelatih asal Portugal itu.

Jika PSG mengalami dua kekalahan beruntun, OM sebaliknya memenangi dua laga pertamanya di awal musim ini. PSG kebobolan menit 31, setelah FloriaN Thauvin sukses melesakkan tendangan voli ke gawang Sergio Rico.

“Saya tidak menyukai reaksi kami dalam tiga menit terakhir. Saya tidak setuju, itu terlalu berlebihan. Saya akan menderita dengan reaksi demikian,” sesal Thomas Tuchel, pelatih PSG asal Jerman.

Les Parisiens pun terpaksa tanpa Neymar, Kurzawa dan Paredes, saat menghadapi Metz, Jumat (18/9) dinihari WIB.

“Saya tidak senang dengan hasilnya. Padahal kami memiliki pertandingan hebat dengan penampilan yang hebat,” ucap Tuchel.

“Empat belas kuning dan lima merah berarti permainan di luar kendali. Saya tidak akan mempertahankan perilaku demikian, saya tidak mengerti dengan kondisi yang terjadi,” timpal Leonardo de Araujo, Direktur Olahraga PSG asal Brazil.

“Saya tidak mengerti mengapa bukan Clement Turpin atau Ruddy Buquet (wasit terbaik Prancis) yang memimpin. Sebaliknya kenapa menunjuk wasit berusia 34 tahun (Brisard) untuk laga seperti ini,” sesal Leonardo. (m08/goal/afp)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2