Waspada
Waspada » Gomez Jadi Pendamping Philep Hansen
Headlines Olahraga

Gomez Jadi Pendamping Philep Hansen

Waspada/ist

MEDAN (Waspada): Manajemen PSMS Medan mendatangkan Gomes De Oliviera (foto). Pria asal Brazil yang pernah melatih Madura United dan Kalteng Putra itu dijadwalkan tiba di Kota Medan pada Selasa (15/9) malam.

Kehadiran Gomez De Oliviera di PSMS tidak lain untuk mengisi jabatan Direktur Teknik menemani Pelatih Kepala Philep Hansen dalam mengarungi kompetisi Liga 2 Indonesia yang akan dimulai pada 17 Oktober 2020.

Manajer PSMS, Mulyadi Simatupang saat menyaksikan latihan tim di Stadion Teladan, Selasa (15/9) sore, mengatakan dari beberapa pelatih yang diseleksi, akhirnya nama Gomez De Oliviera menjadi pilihan.

“Gomez menjadi Direktur Teknik PSMS musim ini. Bagaimana teknisnya, kita akan rapat bersama tim pelatih dan manajemen. Nanti akan dibahas secara detail bagaimana posisi direktur teknik dan pelatih kepala,” ujar Mulyadi.

Dijelaskan Mulyadi, setelah rapat, Gomez akan melihat langsung seluruh pemain dan akan menjalani debutnya sebagai Dirtek saat PSMS melakoni pertandingan ujicoba ketiga kontra Random FC Deliserdang.

Saling Kerjasama

Sebelumnya, Sekum PSMS Julius Raja mengatakan agar tak ada kesan dua nakhoda dalam satu kapal, keberadaan pelatih baru yang ditugaskan sebagai direktur teknik akan bekerjasama pelatih kepala untuk menentukan formasi dan pemain.

“Jadi pelatih dan direktur teknik akan berkordinasi mengusulkan formasi dan pemain yang akan diturunkan dengan argumennya masing-masing. Nanti yang memutuskan adalah manajer tim, biar tidak terjadi miss komunikasi dan mengganggu persiapan tim,” sebut Julius.

Dikatakan, direktur teknik nantinya akan menemani pelatih dari sisi lapangan untuk memberikan instruksi langsung kepada pemain.

“Beda dengan penasehat teknik, kalau direktur teknik nanti langsung di sisi lapangan membantu pelatih kepala dalam memberikan instruksi dan masukan saat pertandingan berlangsung,” tukas pria akrab disapa King ini.

Seperti diketahui, Gomez De Oliviera punya sejarah panjang di kompetisi sepakbola Indonesia. Itu diawalinya saat kali pertama menginjakkan kaki di Indonesia pada tahun 1995 sebagai pemain profesional.

Selama dua musim dia membela Mitra Surabaya. Klub-klub berikutnya adalah Mataram Indocement, Semen Padang, dan Persedikab Kediri. Usai gantung sepatu, ia meniti karier sebagai pelatih dari nol. Mulai menangani Persebaya Junior hingga jadi asisten pelatih beberapa klub.

Liku-liku menekuni profesi pelatih dialami pria kelahiran 1 Desember 1962 ini. Apalagi pada awal karirnya, sepakbola Indonesia baru melangkah ke profesional. (m33)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2