GeNose Buatan Indonesia, Mampu Deteksi Covid-19 Dalam Hitungan Menit - Waspada

GeNose Buatan Indonesia, Mampu Deteksi Covid-19 Dalam Hitungan Menit

  • Bagikan
GeNose, Alat Deteksi Covid-19 lewat hembusan nafas, siap diproduksi massal.

JAKARTA (Waspada): Dalam waktu dekat Indonesia bakal punya alat deteksi Covid-19 yang disebut GeNose. GeNose merupakan teknologi pengendus elektronik cepat dan berbiaya rendah, serta dengan sensitivitas tinggi untuk mendeteksi Covid-19 melalui embusan napas. Alat ini ditengarai mampu mendeteksi Covid-19 hanya dalam hitungan menit.

Genose adalah hasil inovasi para peneliti dari Universitas Gadjah Mada bekerja sama dengan Badan Intelejen Negara, TNI AD, dan pihak swasta lainnya. Beberapa perusahaan swasta yang mendukung antara lain PT Hikari, PT YPTI, PT Stechoq, PT Nanosense Instrument, dan PT Swayasa Prakarsa.

“Saat ini kami sudah memasuki uji klinis tahap kedua dan akan berakhir pertengahan Oktober. Kalau selesai tinggal mengurua ijin edar dan akhir tahun siap diproduksi masal,” ujar Wakil Rektor UGM Bidang Kerjasama dan Alumni Prof Paripurna, saat pengenalan GeNose di Jakarta, Kemarin.

Alat yang berbasis kecerdasan artifisial ini memiliki spesifitas dan sensitivitas yang tinggi serta yang terpenting adalah non-invasif. Sehingga diharapkan masyarakat tidak takut lagi melakukan tes.

“Keberadaan alat ini memang sudah ditunggu, namun kami harus tetap disiplin mengikuti clinical test yang kedua ini selesai. Mengenai hilirisasi, kami akan bekerja sama dengan industri dan bimbingan serta dukungan Kemenristek/BRIN serta mitra kami BIN untuk pengembangannya,” jelas Paripurna.

Saat ini penularan Covid-19 di Indonesia masih terus tinggi. Pada Jumat (25/9), Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat ada penambahan 4.823 kasus baru Covid-19 di seluruh provinsi. Jumlah itu membuat angka positif Covid-19 di Indonesia bertambah menjadi 262.022 orang. Dari jumlah ratusan ribu itu, sebanyak 10218 orang meninggal dunia.

Karena itu, Menteri Riset Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Bambang Brodjonegoro mengatakan pihaknya sangat menyambut baik teknologi dari UGM. Harapannya, alat ini bisa menjadi solusi bagi upaya skrining Covid-19 yang cepat, murah, dan akurat.

“Covid-19 ini istilahnya penyakit yang menyasar saluran pernapasan kita, jadi pendeteksian lewat embusan nafas sangat tepat,”ujar Bambang.

Plt. Deputi Bidang Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristek/BRIN Muhammad Dimyati menyampaikan bahwa GeNose merupakan bentuk nyata dari keberhasilan sinergi peneliti di perguruan tinggi dengan industri dan pemerintah dalam menghasilkan inovasi.

“Memasuki uji klinis tahap dua, berbagai pihak termasuk Tim TNI AD, Polri, dan berbagai pihak yang lain bersama-sama membantu dengan mendorong rumah sakitnya menjadi tempat uji klinis. Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada BIN dan Polri yang berpartisipasi aktif mendukung tim peneliti Indonesia sehingga menghasilkan karya inovasi yang luar biasa,” imbuh Dimyati.

Bagaimana sih sebenarnya cara kerja GeNose? Para peneliti UGM yang hadir dalam sesi pengenalan itu menjelaskan, GeNose bekerja secara cepat dan akurat mendeteksi Volatile Organic Compound (VOC) yang terbentuk karena adanya infeksi Covid-19 yang keluar bersama nafas seseorang. Nafas akan diambil dan diidentifikasi melalui sensor-sensor yang kemudian datanya akan diolah dengan bantuan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) untuk pendeteksian dan pengambilan keputusan.

Selain unsur kecepatan dan keakurasian, GeNose didesain sangat mudah digunakan sehingga dapat dioperasikan oleh seseorang secara mandiri dan efisien.

GeNose merupakan inovasi pertama di Indonesia untuk pendeteksian Covid-19 melalui embusan nafas yang aplikasinya terhubung dengan sistem _cloud computing_ untuk mendapatkan hasil diagnosis secara _real time_. GeNose juga mampu bekerja secara paralel melalui proses diagnosis yang tersentral di dalam sistem sehingga validitas data dapat terjaga untuk semua alat yang terkoneksi. Data yang terkumpul di dalam sistem selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk keperluan pemetaan, pelacakan, dan pemantauan penyebaran pandemi secara aktual.

Uji profiling atau kalibrasi pada alat ini juga sudah dilakukan dengan menggunakan 615 sampel data valid di Rumah Sakit Bhayangkara POLDA DI Yogyakarta dan Rumah Sakit Lapangan Khusus Covid-19 Bambanglipuro di Yogyakarta.

Hasilnya menunjukkan tingkat akurasi tinggi, yaitu 97 persen. Selanjutnya, GeNose akan memasuki tahap uji klinis yang akan dilakukan secara bertahap dan tersebar di sejumlah rumah sakit di Indonesia. Keandalan alat, keakurasian data, dan kesahihan metoda yang diterapkan diharapkan bisa meningkatkan keyakinan pengguna akhir untuk segera mengadopsi aplikasi GeNose bagi kepentingan masyarakat luas.

“Tentunya sebagai kementerian yang bertanggung jawab terhadap perkembangan riset dan inovasi di Indonesia. Kemenristek/BRIN siap mendukung penuh pelaksanaan uji klinis tahap kedua, termasuk dukungan pembiayaan. Sehingga pengembangan GeNose bisa sesuai dengan time table jadi harapan bulan Desember sudah bisa dimanfaatkan masyarakat luas,” ujar Menristek/KaBRIN, Bambang Brodjonegoro.

Pertemuan terbatas pengenalan GeNose ini juga dihadiri Deputi Bidang Intelijen Teknologi BIN Mayjen TNI Afini Boer, Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Republik Indonesia Brigjen Pol Rusdianto, Plt. Sekretaris Kemenristek/Sekretaris Utama BRIN Mego Pinandito, Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kemenristek/BRIN Ali Ghufron Mukti, Direktur Pengembangan Teknologi Industri Kemenristek/BRIN Hotmatua Daulay, Direktur Pengembangan Usaha dan Inkubasi UGM Hargo Utomo, Direktur Kemitraan, Alumni, dan Urusan Internasional UGM Danang Sri Hadmoko, Tim Peneliti Pengembangan GeNose UGM Kuwat Triyana dan Dian Kesumapramudya, serta perwakilan dari industri pendukung GeNose.(J02)

  • Bagikan