Waspada
Waspada » Gempa Berkekuatan 6,4 Magnitudo Guncang Kroasia, 7 Orang Tewas
Headlines Internasional

Gempa Berkekuatan 6,4 Magnitudo Guncang Kroasia, 7 Orang Tewas

Gempa berkekuatan 6,4 magnitudo meluluhlantakkan sejumlah wilayah di Kroasia pada Selasa waktu setempat. Pusat gempa berada di kota Petrinja. AP

ZAGREB, Kroasia (Waspada): Gempa bumi bermagnitudo 6,4 mengguncang Kroasia tengah pada Selasa (29/12/2020) waktu setempat, menurut Survei Geologi AS dan pejabat Kroasia.

Dilansir CNN, Rabu (30/12/2020), gempa dahsyat itu sejauh ini menewaskan tujuh orang, sementara puluhan lainnya terluka.

Para relawan dan militer masih menggali puing-puing di beberapa kota saat malam telah jatuh dan aliran listrik tetap padam.

Gempa tersebut terjadi pada Selasa siang dan mengguncang wilayah yang terletak sekitar 48 kilometer di tenggara Ibu Kota Kroasia,

Zagreb. Menurut Pusat Seismologi Eropa-Mediterania, gempa tersebut adalah gempa terbesar yang melanda Kroasia tahun ini. Getaran gempa bahkan sampai dirasakan di Balkan.

Perdana Menteri Kroasia Andrej Plenkovic memperkirakan jumlah korban tewas kemungkinan akan meningkat.

Dia juga mengimbau warga sipil untuk tidak pergi ke Petrinja, kota terparah yang menjadi episentrum gempa.

“Saat ini, kami tidak tahu persis berapa banyak orang yang tewas. Informasi terakhir sebelum rapat kabinet inti ada tujuh orang,” kata Plenkovic. “Kami memiliki indikasi bahwa angka ini mungkin lebih tinggi, jadi kami akan menunggu dan melihat laporan resmi polisi,” imbuhnya.

Kementerian Dalam Negeri Kroasia melaporkan jenazah korban tewas ditemukan di beberapa lokasi.

“Kami melakukan segala yang kami bisa untuk membantu warga Petrinja dan daerah sekitarnya dalam situasi dramatis dan tragis ini,” kata Menteri Dalam Negeri Kroasia Davor Bozinovic di akun Twitter-nya.

“Gempa bumi yang merusak telah merenggut nyawa manusia, menghancurkan rumah, dan kami sangat bersimpati dengan setiap orang dan setiap keluarga yang telah dirugikan,” imbuhnya.

Wali Kota Petrinja Darinko Dumbovic mengatakan kepada media afiliasi, CNN, N1, bahwa kota berpenduduk hampir 25.000 jiwa itu berubah menjadi neraka setelah diguncang gempa.

Akibat gempa tersebut, pasokan air dan listrik menjadi terputus. “Saya merasa pusat dan jiwanya telah dihancurkan,” kata Dumbovic.

“Kami tidak punya listrik, tidak ada air. Semuanya rusak. Kami di sini dalam kegelapan, dalam kehancuran, mencari orang,” tambahnya.

HEP, penyedia listrik negara, mengatakan telah berhasil memulihkan listrik ke beberapa bagian wilayah yang terkena gempa.

Namun, N1 melaporkan aliran listrik di Petrinja dan rumah sakitnya tetap padam. HEP mengatakan mereka berharap dapat memulihkan listrik pada Selasa malam waktu setempat.

Rekaman dari dalam rumah sakit di Petrinja menunjukkan staf medis bekerja dengan senter saat mereka menunggu evakuasi beberapa pasien. Semua pasien di rumah sakit Petrinja sekarang telah dievakuasi.

Plenkovic mengatakan 80 persen dari mereka yang berada di rumah sakit Sisak. Para pasien dievakuasi oleh militer dan kebanyakan dari mereka dibawa ke Zagreb.

Menteri Pertahanan Kroasia Mario Banozic mengatakan lebih dari 250 personel militer Kroasia berada di lapangan untuk melakukan evakuasi.

“Barak militer di Petrinja terbuka dan dapat menyediakan akomodasi yang memadai bagi mereka yang telah kehilangan rumah. Tentara akan berada di sini selama dibutuhkan,” kata Banozic. (cnn/m11)

 

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2