Gelombang Kedua Corona Di India Tewaskan 2.000 Orang Sehari

  • Bagikan
Para pasien di rumah sakit di India terpaksa harus berbagi tempat tidur karena akibat loncakan virus corona yang membuat seluruh rumah sakit kewalahan menangani pasien. pemerintah India mencatatkan rekor baru corona dalam sehari, yakni 295.041 kasus infeksi harian dan 2.000 kematian. US News

NEW DELHI, India (Waspada): Perdana Menteri India Narendra Modi meminta warga meningkatkan upaya untuk memerangi virus corona. Ini merupakan pidato pertama Modi sejak India dihantam gelombang corona yang lebih parah.

Kantor berita Associated Press, Rabu (21/4/2021) melaporkan, pemerintah India mencatatkan rekor baru corona dalam sehari, yakni 295.041 kasus infeksi harian dan 2.000 kematian.

Modi mengakui negara berpenduduk 1,3 miliar itu sekali lagi harus berjuang dalam pertarungan besar. “Situasinya terkendali hingga beberapa minggu yang lalu, dan kemudian gelombang kedua corona ini datang seperti badai,” kata Modi dalam pidato yang disiarkan televisi, Selasa.

Dia mendesak warga untuk berusaha melawan virus itu sehingga penguncian baru tidak diperlukan. Modi mengimbau negara bagian untuk menghindari penguncian dan menggunakannya sebagai jalan terakhir.

“Ini adalah tantangan besar tetapi kami harus bersama-sama, dengan keberanian dan tekad untuk mengatasinya. Kami harus menghindari penguncian dan kami perlu fokus pada zona penahanan kecil sebagai gantinya.”

India tengah berusaha menahan wabah yang mengamuk, di mana rumah sakit kekurangan tempat tidur dan pemerintah daerah dipaksa memberlakukan kembali pembatasan yang menyakitkan secara ekonomi.

Sebagian besar pusat krematorium di India dilaporkan terpaksa beroperasi melebihi kapasitas demi mengkremasi jenazah yang terus berdatangan setiap jam tepat waktu.

Pengelola krematorium dan kuburan di India sedang kewalahan mengatasi lonjakan jumlah kematian akibat wabah virus corona di negara itu. ‘Tsunami Covid’ menerjang negara itu, mengakibatkan rumah sakit kewalahan dengan hampir 1.000 kematian terkait Covid tercatat setiap harinya.

Kepulan asap terus menyeruak dari corong sebuah krematorium di negara bagian Gujarat, barat India, selama hampir 24 jam tanpa henti. Menurut BBC, banyak krematorium bekerja lembur untuk mengatasi lonjakan kematian.

“Hari masih siang dan kami telah melakukan kremasi 22 mayat,” kata Varum Jangam, seorang pekerja di rumah duka milik pemerintah di kota Pune. “Kami harus kremasi 50-60 mayat tiap harinya. Orang-orang harus menunggu di luar bersama mayat kerabat mereka.”

Negara Asia Selatan itu telah mencatat lebih dari tiga juta infeksi baru dan 18.000 kematian bulan ini. Selasa lalu, India menembus rekor kasus harian Covid-19 tertinggi dunia dengan angka kematian paling banyak selama pandemi melanda negara itu.

Kementerian Kesehatan India melaporkan 259.170 kasus infeksi baru, rekor tertinggi di dunia. Selain itu, India juga mencatat rekor angka kematian harian terbesar di negara itu, yaitu mencapai 1.761.

Secara keseluruhan, India sudah melaporkan lebih dari 15 juta kasus Covid-19 sejak pandemi melanda. Dengan angka ini, India menempati urutan kedua setelah Amerika Serikat sebagai negara dengan kasus Covid-19 tertinggi di dunia. (afp/m11)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *