Gegara BLT Tak Tepat Sasaran, Warga Serbu Kantor Kades

Gegara BLT Warga Serbu Kantor Kades

  • Bagikan
BLT tak tepat sasaran warga serbu kantor Kades, Kamis (21/5).Waspada/Muji Burrahman
BLT tak tepat sasaran warga serbu kantor Kades, Kamis (21/5).Waspada/Muji Burrahman

NAGAN RAYA (Waspada): Gegara BLT warga serbu kantor Kades Kubang Gajah Kec. Kuala Pesisir, Nagan Raya, Aceh, Kamis (21/5).

Dari pantauan, warga yang tidak terdaftar dalam penyaluran BLT dana desa tersebut kecewa dan langsung ramai-ramai datang ke.kantor desa mempertanyakan hal tersebut.

“Kami datang menanyakan BLT yang tidak ada dalam daftar, maka masyarakat menilai BLT yang dicairkan tidak tepat sasaran dan tidak sesuai dengan prosedur yang dikeluarkan pemerintah.

Kami harapkan kepada aparat desa agar penyaluran BLT ini tidak salah sasaran sehingga yang berhak dapat tidak dapat,” tegas warga Dosi.

“Kami minta agar BLT yang di salurkan ini jangan pilih dan harus betul-betul diberikan yang berhak, selain itu juga jangan pilih kasih. Karena BLT tersebut diperuntukkan untuk warga yang terdampak Covid-19,” ujarnya lagi.

Kades Kubang Gajah Rajali dikonfirmasi Waspada menjelaskan Gegara BLT warga serbu kantor Kades ini sudah ditangani.

Bantuan sudah diberikan kepada warga, karena warga menuntut agar BLT harus dapat semua yang besarnya Rp600.000.

Sekarang sudah selesai dan bersama ini juga hadir Kapolsek Kuala, Camat dan Danramil.

“Kita harapkan Jangan ada lagi provokator.”

Seharusnya masyarakat langsung mendengar dari aparat desa jangan ambil sikap seperti ini,” harap Rajali.

Sementara BLT ini sudah dilakukan pendataan sesuai warga yang berhak menerimanya.

Hasil rapat warga yang sudah dapat dari PKH dan bantuan lain tidak bisa ambil BLT.

Sedangkan warga ada yang sudah dapat dari PKH 26 KK sembako 19 KK.

Juga sudah terima BST 24 KK dan BLT 24 KK jumlah 342 KK di Kubang Gajah.

Sementara itu dari Jabi dilaporkan Kantor Desa Air Batu, Kecamatan Sungai Manau, Kabupaten Merangin, Jambi dirusak dan dibakar warga yang kecewa pembagian (BLT) tak tepat sasaran. Bupati Merangin, Alharis, akan menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Kita akan menindaklanjuti persoalan ini, tentu semua ada solusinya, jika ada warga yang merasa tak terima BLT ya ada solusinya. Tetapi tidak dengan cara merusak kantor desa maupun membakarnya,” kata Haris , Kamis (21/5/2020).

Perusakan dan pembakaran kantor desa ini terjadi pada Selasa (19/5) malam. Aksi anarkis warga itu membuat seluruh fasilitas kantor desa tak dapat digunakan. Namun tak ada korban jiwa ataupun luka dalam peristiwa tersebut. (b22)

  • Bagikan