Waspada
Waspada » Ganti Rugi Tol Aceh Belum Tuntas Atas Lahan Warga
Headlines

Ganti Rugi Tol Aceh Belum Tuntas Atas Lahan Warga

KETUA DPRK Pidie Mahfuddin Ismail (berdiri) saat mengadiri rapat koordinasi membahas proyek jalan Tol Aceh beberapa waktu lalu. Waspada/Ist
KETUA DPRK Pidie Mahfuddin Ismail (berdiri) saat mengadiri rapat koordinasi membahas proyek jalan Tol Aceh beberapa waktu lalu. Waspada/Ist

SIGLI (Waspada): Badan Pertanahan Nasional (BPN) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) jalan Tol Aceh, diminta segera selesaikan ganti rugi lahan yang belum tuntas milik warga Gampong Pulo Hagu Tanjong, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie.

“Terkait persoalan pembebasan tanah ganti rugi Tol Aceh yang belum tuntas atas objek pengadaan lahan yang diklaim masyarakat Gampong Pulo Hagu Tanjong Padang Tiji masih bermasalah harus dituntaskan. Jangan sampai terjadi Hal-hal yang dapat merugikan Hak-hak masyarakat pemilik tanah dan menghambat pembangunan jalan tol itu sendiri” kata Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Mahfuddin Ismail, Jumat (31/1) malam.

Menurut politisi Partai Aceh (PA), ini berdasarkan laporan masyarakat. sekira 110 persil tanah milik masyarakat di daerah itu belum diselesaikan pembayarannya.

Karena itu Mahfuddin sebagai pimpinanan DPRK Pidie meminta kepada pihak BPN dan PPK pembangunan jalan Tol tersebut, untuk menuntaskan permasalah itu secara bermartabat.

Tentunya lanjut dia, dengan mengedepankan musyawarah, mufakat, serta memenuhi rasa keadilan bagi masyarakat setempat.

Hal itu penting dilakukan agar program strategis nasional itu dapat berlangsung sukses demi kesejahteraan dan kemakmuran seluruh rakyat Indonesia.

Sebelumnya dalam rapat Koordinasi dengan pihak terkait dan berkompeten, melibatkan PT Hutama Karya dan PT Adhi Karya serta BPN dan PPK.

Mahfuddin Ismail, dengan nada tegas mengatakan dalam mengerjakan program strategis nasional tersebut, khususnya pada pembangunan jalan Tol section I, Sigli-Banda Aceh dan section II Sigli-Lhokseumawe, dapat lebih serius memperhatikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pidie dari sumber pajak restribusi galian C.

”Ini harus menjadi perhatian serius dari PT. Hutama Karya dan PT. Adhi Karya. Ini penting karena, kedua perusahaan BUMN ini menjadi pelaksana dari program jalan tol ini” ungkap Mahfuddin Ismail.

Proyek jalan tol

Kata dia, PT Adhi Karya dan PT Hutama Karya harus kooperatif dan terbuka dengan Pemerintah Kabupaten Pidie, karena berdasarkan analisa umum pihaknya, Pemkab Pidie akan banyak memperoleh pemasukan PAD dari sumber pajak restribusi ini, atau Sumber sumber lain dari program jalan Tol tersebut.

Dalam hal ini Dinas Pengelolaan keuangan dan kekayaan Daerah (DPKKD) Pidie diminta lebih pro aktif mengkaji potensi pendapatan dari program jalan Tol.

Manfaat lain yang harus diterima oleh masyarakat sekitar pembangunan jalan Tol ini adalah masyarakat harus mendapat kucuran dana CSR dari dua perusahaan ber Plat merah tersebut.

“Kami juga meminta kepada kedua perusahaan itu, agar bisa memberikan perhatian lebih kepada masyarakat Pidie.” ujarnya.

Mahfuddin Ismail, juga meminta sebagai pelaksana proyek jalan Tol tersebut. PT Adhi Karya dan Hutama Karya bisa memikirkan rencana pembangunan jalan tol ini dengan sangat matang dan cermat.

Menurut dia, perencanaan pembangunan jalan Tol, itu harus terukur mulai dari Over Pass, Gorong-gorong pinggiran, jalan potong masyarakat dan satwa lainnya.

Selanjutnya jalan terintegrasi dengan jalan pemerintah, jalur air untuk pertanian, arus banjir, dan yang paling penting lagi program jalan Tol ini tidak boleh bertentangan dengan tata ruang Pemkab Pidie.

PT. Hutama Karya dan PT. Adhi Karya juga harus membuat Rest Area sepanjang jalan Tol melintasi Kabupaten Pidie. Rest Area ini menurut Mahfuddin Ismail sangat penting untuk meningkatkan ekonomi masyarakat yang bernomisili sekitar jalan Tol tersebut.

Dengan begitu jelas dia, Pemkab Pidie bisa memperkenalkan product unggulan daerah untuk di promosikan kepada pengguna jalan, terutama kepada pengguna jalan Tol dari luar Aceh.

“Karena Rest Area ini akan menjadi tempat istirahat para pengguna jalan Tol nantinya” Imbuhnya. Mahfuddin juga meminta komitment tinggi dari pihak berkompeten ini untuk dapat melaksanakannya proyek itu dengan baik.

“Eksekutif dan Legislatif Pidie sangat mendukungn program strategis nasional ini berjalan lancar sebagaimana mestinya” tandasntya. (b10)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2