Gagal Tambah Poin, Perjuangan PSMS Makin Berat - Waspada

Gagal Tambah Poin, Perjuangan PSMS Makin Berat

  • Bagikan
PENYERANG PSMS Ilham Fathoni berupaya lepas dari kawalan pemain PSPS dalam laga lanjutan Liga 2 Indonesia 2021 di Stadion Gelora Jakabaring Palembang, Rabu (20/10). Waspada/ist

PALEMBANG (Waspada): PSMS Medan mengalami kekalahan perdana dalam laga lanjutan Grup A Liga 2 Indonesia 2021. Ghozali Siregar cs ditaklukkan PSPS Riau dengan skor tipis 0-1 di Stadion Gelora Jakabaring Palembang, Rabu (20/10).

Dengan hasil ini, PSMS harus turun ke posisi ketiga klasemen sementara Grup A dengan lima poin hasil sekali menang, dua kali imbang, dan sekali kalah. Posisi pertama dihuni Sriwijaya FC dengan sembilan poin disusul PSPS dengan tujuh poin.

Pelatih PSMS, Ansyari Lubis, mengatakan dengan kekalahan ini maka tim harus bergeser ke posisi ketiga klasemen. Sementara jika tim lain seperti Semen Padang bisa memenangkan laga, maka akan mengoleksi poin yang sama dengan PSMS.

“Kekalahan ini sepenuhnya tanggung jawab saya. Anak-anak sudah bermain maksimal, tapi inilah hasilnya,” kata pria akrab disapa Uwak itu usai pertandingan.

Uwak juga berharap para pemain tetap optimis serta bersemangat bertanding di laga terakhir putaran pertama nantinya. Kekalahan di laga ini memang menjadi kerugian besar bagi PSMS, sehingga tim pelatih minta pemain merasih hasil maksimal di laga selanjutnya.

“Persaingan akan semakin ketat dan perjuangan akan semakin berat untuk PSMS bisa lolose fase grup. Memang kekalahan ini bukan kiamat bagi tim, tapi tim harus bekerja lebih keras di laga selanjutnya, mengingat akan menghadapi tuan rumah Sriwijaya FC,” tutupnya.

Pemain PSMS Ichsan Pratama mengatakan melawan PSMS merupakan laga terberat dialami para pemain. “Kita banyak menyerang, tapi justru lawan yang bisa memetik kemenangan. Namun tentu ini bukanlah akhir dari segalanya,” terangnya.

Dalam laga ini, Pelatih Ansyari Lubis sudah bisa memainkan pemain naturalisasi Mamadou Hady Barry. Dalam tiga laga sebelumnya, Mamadou belum bisa diturunkan karena terganjal urusan administrasi.

Hadirnya Mamadou ternyata belum memberi pengaruh signifikan bagi permainan PSMS. Sebaliknya, gawang Abdul Rohim malah sempat kebobolan. Namun, wasit menganulirnya karena penyerang PSPS berada dalam posisi offside.

Untuk menambah daya dobrak, coach Ansyari memasukkan Ghozali Siregar dan Yoga Eka Hera. Keasyikan menyerang, pertahanan PSMS kebobolan di menit 73. Dalam satu serangan balik, gawang Abdul Rohim dibobol oleh gol Muhammad Sanjaya.

Tertinggal, PSMS terus berjuang mencari gol penyeimbang. Mulai dari sundulan Fiwi Dwipan hingga sepakan Ghozali Siregar yang masih mampu diantisipasi kiper PSPS Risky M Sudirman. Skor 1-0 pun bertahan hingga laga berakhir untuk kemenangan PSPS.

Seperti diketahui, setiap tim Liga 2 akan memainkan 10 pertandingan pada fase grup dan ada kemungkinan putaran kedua fase grup berpindah tuan rumah. Dua tim teratas klasemen akhir dari setiap grup akan punya tiket melaju ke babak delapan besar. (m33)

  • Bagikan