Waspada
Waspada » FPI, GNPF Ulama Dan PA 212 Sumut Nilai Revolusi Akhlak Demi Perbaikan Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara
Headlines Medan

FPI, GNPF Ulama Dan PA 212 Sumut Nilai Revolusi Akhlak Demi Perbaikan Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara

KETUA Tanfidzi FPI Sumut Habib Hud Alattas, Ketua GNPF Ulama Sumut Aidan Nazwir Panggabean, Wakabid Organisasi FPI Sumut Ustadz Sumbo Saing dan Ketua PA 212 Sumut Affan Lubis saat memberikan keterangan persnya kepada Waspada, Kamis (26/11) di markas FPI Sumut di Medan. Waspada/Andi Aria Tirtayasa
KETUA Tanfidzi FPI Sumut Habib Hud Alattas, Ketua GNPF Ulama Sumut Aidan Nazwir Panggabean, Wakabid Organisasi FPI Sumut Ustadz Sumbo Saing dan Ketua PA 212 Sumut Affan Lubis saat memberikan keterangan persnya kepada Waspada, Kamis (26/11) di markas FPI Sumut di Medan. Waspada/Andi Aria Tirtayasa

MEDAN (Waspada): Tiga pengurus organisasi Islam di Sumut menyebutkan, kepulangan Imam Besar Habib Rizieq Shihab (HRS) ke tanah air bertujuan untuk mendakwakan revolusi akhlak demi perbaikan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita harus bersyukur, kepulangan Imam Besar HRS sebagai penawar kerinduan umat. Kepulangan HRS ke tanah air bertujuan untuk mendakwakan revolusi akhlak demi perbaikan kehidupan berbangsa dan bernegara,” sebut Ketua Tanfizi Front Pembela Islam (FPI) Sumut Habib Hut Alattas, Kamis (26/11) di Medan.

Didampingi Ketua Persaudaraan Alumni 212 Sumut Affan Lubis, Ketua Dewan Pembina Gerakan Nasional Pembela Fatwa (GNPF) Ulama Sumut Aidan Nazwir Nasution, Ketua Dewan Pembina GNPF Ulama Sumut Buya Drs H Leo Imsar Adnans dan Wakabid Organisasi FPI Sumut Ustadz Sumbo Saing, Habib Hut Alattas menyebutkan, HRS bukanlah musuh negara, justru Imam Besar tersebut memusuhi kezaliman dan ketidakadilan.

“Kami bersyukur, kepulangan HRS penawar kerinduan umat Islam karena sikap dan integritas HRS yang antikorupsi, antikomunis, dan pancasilais menjadi magnet bagi umat untuk menjadikannya sebagai imam besar. Ahlan wa sahlan,” tegas Habib Hud Alattas.

Terkait aksi unjuk rasa yang tidak beradab berupa penolakan dan pemasangan spanduk serta menginjak foto Imam Besar HRS yang bersifat provokatif, ketiga Ormas Islam tersebut sangat menyesalkan pihak yang berupaya menghalangi safari dakwah HRS untuk memimpin revolusi akhlak di Indonesia.

“Kami mengimbau kepada aparat keamanan untuk mengambil langkah persuasif terhadap aksi unjuk rasa yang tidak beradab dan pemasangan spanduk yang bersifat provikatif,” imbau Habib Hud Alatas.

Selain itu, tambah Habib Hud, FPI Sumut, GNPF Ulama Sumut dan PA 212 Sumut mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat di Sumut untuk senantiasa menahan diri dan tidak terpancing oleh provokasi yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Masyarakat jangan mudah terpancing provokasi tersebut karena tujuannya untuk membuat kekacauan dan menimbulkan keresahan ditengah masyarakat,” timpal Buya Drs H Leo Imsar Adnans.

Sementara itu, Ketua PA 212 Sumut Affan Lubis menilai ada indikasi pemasangan spanduk-spanduk provokatif tersebut terorganisir karena dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia.

“Kenapa, pemasangan spanduk tersebut secara serentak di seluruh Indonesia dengan bahasa dan tujuan yang sama yakni menolak kehadiran HRS dengan kata yang mendiskreditkannya,” sebut Affan Lubis seraya menambahkan bahwa kepulangan Imam Besar HRS ke tanah air disambut oleh jutaan orang dan bukan terorganisir namun karena kecintaan umat terhadap HRS.

Sedangkan Wakabid FPI Sumut Ustadz Sumbo Saing meminta agar pimpinan daerah di Sumut agar mengantisipasi semua elemen masyarakat untuk mencegah terjadinya konflik horizontal karena situasi di Sumatera Utara saat ini tetap kondusif.

“Kondisi Sumut saat ini tetap kondusif namun pimpinan di daerah Sumut harus mampu mengantisipasi agar tidak terjadi konflik horizontal,” pinta Sumbo Saing. (m27)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2