Waspada
Waspada » Fosil Hadir Untuk Memberdayakan Masjid Guna Kejayaan Umat
Headlines Medan

Fosil Hadir Untuk Memberdayakan Masjid Guna Kejayaan Umat

 

MEDAN (Waspada): Forum Silaturrahim (Fosil) Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Kota Medan dan sekitarnya mengadakan rapat koordinasi dan evaluasi menyongsong muktamar pertama forum tersebut.

Rapat koordinasi dan evaluasi tersebut dilaksanakan di sekretariat Fosil BKM Kota Medan di Gedung Bumi Warta Harian Waspada Jl. Letjen Suprapto No. 1 Medan, Sabtu (17/7).

Hadir disitu, Penasehat Fosil BKM Kota Medan yang juga Pemimpin Umum/Pemimpin Perusahaan Harian Waspada dr. Hj. Rayati Syafrin, MBA, MM, Ketua Umum Fosil BKM Kota Medan Prof. Dr. H. Abdullah, M.Si, Sekretaris Umum Dr. Erwan Efendi, MA, unsur ketua, sekretaris dan Wakil Bendahara Arsyadona Nasution, MM serta ketua-ketua divisi.

Ketua Umum Fosil BKM Kota Medan, Prof. Dr. H. Abdullah, M.Si mengatakan fosil ini hadir untuk pemberdayaan masjid guna kejayaan umat. ‘’Masjid diberdayakan untuk kejayaan umatnya,’’ ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Prof Abdullah menyebutkan, Fosil BKM Kota Medan dalam melaksanakan program kerjanya dibantu oleh delapan divisi. Selain divisi hubungan masyarakat (humas), terdapat divisi ekonomi dan usaha, divisi kesejahteraan sosial, divisi lingkungan hidup dan keamanan, divisi pendidikan, dakwah dan pelatihan, divisi ibadah dan pembinaan jamaah, divisi hukum dan advokasi serta divisi pemberdayaan perempuan.

Prof. Dr. H. Abdullah, M.Si juga menyebutkan, sejak berdiri tahun 2017 hingga saat ini banyak program telah dijalankan. Forum ini telah mendapat legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM.

Program dan kegiatan tersebut antara lain membentuk Fosil BKM pada tingkat kecamatan, hingga kelurahan dan desa. Mengadakan seminar yang berkaitan dengan manajemen masjid dengan menhadirkan pembicara dari Masjid Jogokarian Yogyakarta dan narasumber lainnya.

‘’Untuk eksis di dunia maya, Fosil BKM Kota Medan juga telah memiliki Fosil TV BKM, selalu mengudara dalam bentuk live streaming,’’ ucap Prof Abdullah.

Prof Abdullah mengatakan kegiatan yang dilakukan lainnya masih banyak, terutama persoalan yang berkaitan dengan masjid. Berdasarkan data bahwa baru sekitar 15 persen masjid memiliki sertifikat wakaf.

Persoalan sumber daya pengelola masjid, suksesi kepemimpinan masjid yang kerap menyisakan masalah disharmoni antara pengurus baru dengan pengurus lama. Selain itu, umumnya pengurus masjid kurang aktif. Selain itu data base jamaah pada banyak masjid belum ada, sehingga sasaran pengembangan dan pembinaan terjamaah sulit dilakukan.

Untuk itu, kata Prof Abdullah, program Fosil BKM ke depan ingin mewujudkan visinya yaitu menjadikan masjid sebagai pusat silaturrahim dan pusat peradaban dengan menerapkan manajemen modern guna menjawab tantangan zaman.

Menurutnya, generasi millenial saat ini kurang meminati organisasi remaja masjid. Mareka disibukkan dengan hal-hal di luar masjid dan beraktifitas menggunakan gadjed. Oleh sebab itu, masjid harus menyediakan wifi.

Hal ini juga dapat membantu para siswa atau mahasiswa untuk memperoleh jaringan internet gratis untuk kegiatan berlajar dengan sistem daring. Namun hal ini haruslah terkendali agar tidak disalahgunakan.
Cita-cita Fosil BKM agar masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat sujud dalam arti ibadah, melainkan menjadi tempat sujud dalam kebudayaan dan peradaban.

Untuk itu Fosil membangun silaturrahim antar BKM sekota Medan dan sekitarnya, membangun sinergitas dalam konteks kerjasama. ‘’Sasarannya tidak hanya untuk kemakmuran masjid, melainkan juga agar jamaah sejehtera melalui kegiatan kewirausahaan masjid dalam bentuk koperasi serbaguna,’’ tutup Prof Abdullah.(m29)


Waspada/Surya Efendi
Penasehat Fosil BKM Kota Medan dr. Hj. Rayati Syafrin, MBA, MM, Ketua Umum Fosil BKM Kota Medan Prof. Dr. H. Abdullah, M.Si dan unsure pengurus foto bersama usai rapat koordinasi dan evaluasi di Bumi Warta Harian Waspada Medan, Sabtu (17/7). (Masker dilepas hanya khusus untuk difoto)

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2