Enam Pria Bersenjata Aniaya Satu Keluarga

Enam Pria Bersenjata Aniaya Satu Keluarga

  • Bagikan

MEDAN (Waspada): Enam pria berbadan tegap dan bersenjata laras panjang menganiaya satu kelurga di Desa Amplas, Kec. Percut Seituan.

Para pelaku menganiaya ayah, ibu dan tiga anaknya. Bahkan salah seorang anak mengalami luka memar, akibat dipelintir oleh pelaku.

Menurut korban Ridianto, 40, didampingi istri dan tiga anaknya, Kamis (24/6), peristiwa terjadi Selasa (22/6) siang di depan rumah ada ramai-ramai.

“Ada enam orang pria, kutanya ada apa, langsung saya dicekek, dibilang bukan urusan ku,” kata korban.

Pria yang seharinya beternak kambing ini mengatakan, seketika situasi menjadi ricuh. Istri dan ketiga anak korban yang melihat Ridianto langsung meminta untuk menghentikan perbuatan para pelaku.

Namun, para pelaku semakin mengamuk. Ironisnya, ketiga anak korban masing-masing MAS, 12, VA,15 dan IA, 4 juga tak luput jadi sasaran kekerasan.

“Saya dicekek, istri ditodong senjata mirip pistol, anak saya yang perempuan (VA) dipelintir sampai tangannya terkilir, tangannya diremas diputar kuat-kuat, karena merekam ke HP kejadian ini. Bahkan HP ya juga rusak,” kata Ridianto.

Video VA lewat kamera ponsel yang merekam detik-detik kejadian ini lalu menyebarkan video dengan durasi 3 menit 46 detik ke media sosial. Seketika video ini menjadi viral.

Terlibat Cek Cok

Dalam video tersebut terlihat enam orang pria berbadan tegap, memakai atribut bankom, terlibat cek cok dengan keluarga korban.

Puncaknya kericuhan terjadi ketika para pelaku dengan paksa meminta agar remaja wanita VA menghapus video yang direkamnya.

Tangan korban dipelintir, hingga VA menangis sesenggukan meminta tolong kepada ayahnya yang juga dianiaya pelaku lainnya.

Aksi ini terhenti setelah warga yang ramai berdatangan, pelaku lalu pergi meninggalkan lokasi.

“Inilah videonya ini bang, kami gak tahu menahu permasalahannya apa, hanya bertanya lalu dianiaya,” kesalnya.

Sementara sang ibu, Nani, 33, menambahkan enam orang pelaku datang menaiki sepeda motor, membawa seorang anak remaja laki-laki yang mereka tuduh mencuri kardus.

“Katanya ada pencurian, ramai-ramai di depan rumah saya, begitu ditanya suami ada apa mereka ngamuk, menganiaya kami, anak-anak juga jadi sasaran,” ujarnya.

Menurutnya, keenam pria tersebut merupakan suruhan seseorang yang kehilangan kardus di rumahnya.

“Ada anak laki-laki yang mereka bawa itu dituduh mencuri sama mereka itu juga mereka siksa, dan setelah itu mereka pulangkan mungkin karena tidak terbukti,” beber Nani.

Atas kejadian ini pihak keluarga korban akhirnya memilih untuk membuat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan, Rabu (23/6) kemarin.

“Sudah bang, buat laporan sudah ditindaklanjuti sama polisi. Sudah datang kemari,” tukasnya.

Kapolsek Percut Seituan AKP Jan Piter Napitupulu menjelaskan pihaknya telah menerima laporan korban dan saat ini masih melakukan penyelidikan.

“Sedang kita lakukan penyelidikan,” jelasnya. (m25)

 

  • Bagikan