Waspada
Waspada » Enam Kurir Sabu Dituntut Mati
Headlines

Enam Kurir Sabu Dituntut Mati

PARA terdakwa saat menjalani sidang tuntutan di PN Medan. Enam kurir sabu itu dituntut mati. Waspada/Rama Andriawan
PARA terdakwa saat menjalani sidang tuntutan di PN Medan. Enam kurir sabu itu dituntut mati. Waspada/Rama Andriawan

MEDAN (Waspada): Enam terdakwa kurir narkotika jenis sabu seberat 38.934 gram dituntut pidana mati oleh jaksa, dalam persidangan virtual yang berlangsung di Ruang Cakra II Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (10/2) sore.

Keenam terdakwa yakni Mufazzal alias Dan,51, Mulyadi Rusli alias Utoh,38, Martonis alias Toni,36, Fakhrurrazi alias Ton ,21, Ahmad Khusni Mubarok alias Dul ,28, dan Herman Diansyah alias Agus alias Baim, 27.

“Meminta majelis hakim supaya menjatuhkan hukuman kepada keenam terdakwa, masing-masing dengan pidana mati,” kata jaksa Novalita di hadapan Hakim Ketua Tengku Oyong.

Menurut jaksa, perbuatan para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Hal yang memberatkan, perbuatan keenam terdakwa tidak mendukung program pemerintah untuk memberantas narkotika. Sedangkan hal meringankan tidak ada,” sebut jaksa.

Atas tuntutan enam kurir sabu  yang dituntut mati, Hakim Ketua Tengku Oyong menunda sidang hingga dua pekan ke depan dengan agenda pembelaan (pledoi) dari para terdakwa.

Kasus ini berawal pada Juni 2020 lalu, dalam dakwaan jaksa Chandra Priono Naibaho dan Novalita, terdakwa Mufazzal dijanjikan upah sekitar Rp20 juta untuk setiap pengambilan 1 kg sabu. Lalu, Mufazzal memerintahkan Mulyadi untuk menyiapkan perahu agar berlayar ke perairan Penang, Malaysia.

Selanjutnya, Mufazzal dan Martonis bertemu pada Selasa 23 Juni 2020, untuk membahas pekerjaan mengambil sabu. Dalam pembicaraan itu, Martonis meminta bayaran sebesar Rp13 juta dan disetujui Mufazzal.

Mengambil Sabu

Pada 24 Juni 2020 sekitar jam 22.00, Mufazzal dan Martonis pergi berlayar menggunakan perahu yang sudah disiapkan oleh Mulyadi ke perairan Penang untuk mengambil sabu. Keesokan harinya, Mufazzal menerima tiga karung warna putih berisi sabu. Setelah menerimanya, Mufazzal dan Martonis langsung kembali ke Indonesia.

Selanjutnya 26 Juni 2020 sekitar jam 21.00, Mulyadi mengatakan bahwa Fakhrurrazi alias Ton yang menjemput Mufazzal dan Martonis di pinggir pantai. Ketika menghitungnya, Mufazzal baru mengetahui bahwa keseluruhan sabu berjumlah 37 bungkus. Lalu, Mufazzal membaginya menjadi dua bagian.

Dengan perincian, 29 bungkus untuk dikirimkan ke Medan dan sisanya 8 bungkus disimpan di bengkel Mulyadi seraya menunggu perintah selanjutnya. Keesokan harinya, Mufazzal dan Martonis pergi membawa 29 bungkus berisi sabu seberat 30.256 gram.

Sementara sabu lain sebanyak 8.678 gram diamankan dari terdakwa Mulyadi. Atas pengembangan petugas BNN, para terdakwa kemudian diamankan dari tempat berbeda. (m32).

Berita Terkait

Memuat....
UA-144743578-2